SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, menghadiri agenda pisah sambut dan ramah tamah Komandan Korem (Danrem) 091/Aji Suryanata Kusuma (ASN), sekaligus menandai pergantian kepemimpinan dari Brigjen TNI Anggara Sitompul kepada Kolonel Inf Rony Fitriyanto. Agenda berlangsung di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Kamis (29/10/2026) malam.
Celni menyebut, pergantian jabatan ini menjadi bagian dari dinamika organisasi TNI, sekaligus momentum melanjutkan koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, serta unsur terkait dalam menjaga stabilitas keamanan di Kalimantan Timur.
“Hubungan baik antara TNI dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menciptakan situasi yang kondusif,” ungkap Celni usai acara.
Menurutnya, keamanan dan stabilitas menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran pembangunan dan aktivitas masyarakat. Terutama, dengan dinamika sosial yang saat ini semakin kompleks.
Dalam kesempatan itu, Celni menyampaikan apresiasi kepada Brigjen TNI Anggara Sitompul atas pengabdian dan kontribusinya selama menjalankan tugas sebagai Danrem 091/ASN. Diharapkan penugasan baru sebagai Inspektur Daerah Militer (Irdam) XII/Tanjungpura dapat berjalan lancar.
“Terima kasih kepada Brigjen TNI Anggara Sitompul atas pengabdian dan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Semoga amanah di tempat tugas yang baru dapat dijalankan dengan baik,” katanya.
Kepada Kolonel Inf Rony Fitriyanto yang kini memimpin Korem 091/ASN, Celni berharap komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk DPRD Kota Samarinda, dapat terus diperkuat sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.
“Harapan kami, Danrem yang baru bisa cepat beradaptasi dengan kondisi daerah dan melanjutkan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan. Kita punya kepentingan yang sama, yaitu menjaga daerah tetap aman dan masyarakat bisa menjalankan aktivitas dengan nyaman,” tuturnya.
Ia menyampaikan, pergantian kepemimpinan merupakan hal wajar dalam sebuah organisasi. Diharapkan kepemimpinan baru bisa melanjutkan hal-hal baik yang sudah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya. Terutama dalam menjaga keamanan dan kondusivitas daerah.
Celni menambahkan, kolaborasi antarlembaga perlu terus dijaga agar berbagai agenda pembangunan dapat berlangsung dengan baik. Hubungan harmonis antara unsur TNI, pemerintah daerah, dan lembaga lainnya menjadi modal penting menghadapi berbagai tantangan di daerah.
“Yang terpenting adalah komunikasi tetap terbuka dan kerja sama terus berjalan. Dengan begitu, setiap persoalan bisa dibicarakan dan ditangani sesuai peran masing-masing, demi kepentingan masyarakat Samarinda dan Kalimantan Timur,” pungkasnya. (ah/gs/adv)
Penulis: Annisa Hidayah



