
BERAU – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyoroti kondisi fasilitas pemadam kebakaran di Pasar Sanggam Adji Dilayas setelah kebakaran yang terjadi pada Rabu (4/11/2026) malam. Salah satunya, hidran di kawasan pasar yang dilaporkan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Gamalis mengatakan, kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 29 dari 34 kios serta empat rumah warga. Api disebut cepat membesar. Salah satunya, karena kondisi bangunan kios sudah rapuh. Selain kerusakan bangunan, masyarakat juga mengeluhkan penanganan awal kebakaran. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Kepala Pasar, jaringan hidran di lokasi mengalami kerusakan, sehingga tidak dapat mengalirkan air secara optimal.
“Memang ada hidran di sana, tetapi menurut informasi Kepala Pasar, hidran itu sudah tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Karena beberapa jaringan sudah rusak,” kata Gamalis saat ditemui di Kantor Kecamatan Sambaliung, Kamis (5/11/2026).
Ia menilai, perbaikan hidran perlu segera menjadi perhatian. Karena fasilitas tersebut merupakan bagian dari sarana keselamatan di kawasan pasar. Pemerintah juga perlu memastikan keberadaan jaringan. Dan selang hidran benar-benar dapat digunakan ketika terjadi keadaan darurat.
Gamalis mendorong agar setiap kios memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Sebab, ketersediaan APAR dapat membantu penanganan awal ketika api mulai muncul, sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. “Ke depan, kita harus mulai menyosialisasikan agar semua kios memiliki APAR. Walaupun ukurannya kecil, setidaknya tersedia di tempat jualan untuk pertolongan pertama sebelum pemadam datang,” ujarnya.
Ia menilai fasilitas hidran sebaiknya tidak hanya digunakan saat terjadi kebakaran. Tetapi, pemanfaatannya secara berkala. Misalnya membantu pembersihan lorong dan area pasar. Ini dapat membuat fasilitas tersebut lebih familiar bagi pengelola maupun masyarakat.
Gamalis menyebut pengadaan APAR dan perbaikan hidran perlu masuk dalam prioritas pemerintah daerah. Terlebih, pasar merupakan fasilitas umum yang beroperasi setiap hari dan memiliki aktivitas masyarakat dalam waktu panjang. “Terkait pengadaan APAR dan hidran, itu salah satu prioritas. Karena itu fasilitas umum dan aktivitas di pasar berlangsung 24 jam,” tegasnya.
Gamalis menyampaikan, telah berada di lokasi pada malam kejadian. Dan berdialog dengan sejumlah pihak. “Peninjauan langsung terhadap kondisi bagian dalam pasar masih perlu dilakukan untuk melihat kebutuhan perbaikan secara menyeluruh,” ungkapnya. (brp/gs/adv)
Penulis : Bayu Ramadhana Putra



