Jelang Nataru 2026–2027, Pemkab Kukar Perkuat Intervensi Stok dan Harga Pangan

KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat intervensi terhadap ketersediaan stok dan stabilitas harga kebutuhan bahan pangan. Khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026–2027.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi kenaikan harga atau lonjakan permintaan terhadap sejumlah komoditas pangan, yang sering terjadi menjelang momentum Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN).

Pemerintah daerah menaruh perhatian serius terhadap kondisi tersebut, guna memastikan ketersediaan bahan pangan tetap mencukupi, harga terkendali, serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan aman dan terjangkau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar Ananiyas mengatakan, pengawasan terhadap ketersediaan stok dan perkembangan harga pangan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah menjaga stabilitas pangan, sekaligus mengendalikan inflasi.

Menurutnya, menjelang Nataru biasanya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap sejumlah komoditas pangan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan harga di pasaran apabila tidak diantisipasi sejak dini.

“Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan stok dan perkembangan harga bahan pangan di pasaran. Ini menjadi bagian dari langkah antisipasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan menjelang Nataru,” kata Ananiyas pada media di ruang kerjanya, belum lama ini.

Ia menegaskan, upaya menjaga stabilitas pangan tidak hanya dilakukan ketika terjadi kenaikan harga. Tetapi juga melalui pemantauan dan koordinasi secara berkelanjutan dengan berbagai pihak terkait. “Kami terus berupaya memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancer. Sehingga ketersediaan komoditas di tingkat pasar tetap terjaga. Hal ini penting untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi yang dapat berdampak terhadap kenaikan harga,” katanya.

Selain itu, kata dia, upaya dalam menjaga ketersediaan dan stablitas harga bahan pangan, pemerintah daerah secara rutin menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kemudian, juga akan menggandeng perusahaan daerah, yaitu PT. MGRM, untuk dapat melakukan subsidi sejumlah komoditas pangan atau pertanian, seperti cabai, bawang merah dan bawang putih maupun lainnya. “Ini merupakan salah satu langkah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di Kukar,” ucapnya.

Ia menyampaikan, pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, untuk memantau dinamika pasokan dan harga pangan.  Apabila ditemukan indikasi kenaikan harga maupun keterbatasan stok pada komoditas tertentu, maka penanganan dapat segera dilakukan.

“Kami berharap, melalui berbagai upaya intervensi dan pengawasan yang dilakukan, maka stabilitas harga pangan di Kukar dapat terus terjaga. Kami ingin masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan baik, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Ia berharap berbagai langkah antisipatif tersebut mampu menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan di daerah. Sekaligus meminimalkan dampak inflasi terhadap daya beli masyarakat. “Dengan pengawasan intensif dan sinergi lintas sektor, pemerintah daerah optimistis kebutuhan pangan masyarakat selama momentum Nataru 2026–2027 dapat terpenuhi secara optimal,” katanya. (adv/ki/Diskominfo Kukar)

Editor : Abdul Rahman

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker