Tanah di Pemakaman Muslimin Selili Longsor

SAMARINDA – Tanah longsor di Pemakaman Muslimin Selili, Kecamatan Samarinda Kota menggegerkan warga yang sedang berziarah, Kamis (16/1).  Puluhan makam tertimbun. Dan, sejumlah kain kafan jenazah muncul ke permukaan, akibat tanah mengalami penurunan.

Beberapa jenazah telah dimakamkan kembali oleh pihak keluarga dan juru kunci makam. Sementara jenazah lainnya, masih menunggu pihak keluarga. Sedangkan, satu jenazah masih belum bisa dipindahkan, karena masih menunggu kedatangan keluarga mereka.

Longsor itu disebabkan tingginya curah hujan di Kota Samarinda beberapa waktu lalu.

Sejumlah warga yang datang terlihat masih mengindentifikasi letak makam kerabat mereka.  Beberapa warga bahkan mengaku longsor ini membuat makam kerabatnya hilang.

Salah satunya, Darwis, warga Perumahan GP Samarinda Kota. Dia  bersama anaknya tampak kebingungan mencari dua makam kerabatnya yang dimakamkan di Pemakaman Muslimin Selili. Bahkan sang anak nyaris terjatuh, karena tanah yang dilewati terlalu lembek.

“Cari makam, hilang.  Paimin sama Sulastri. Tadinya  ekitar sini ada pohon pisang. Tertimbun ini,” ungkap dia.

Sementara itu juru kunci Pemakaman Selili tampak memperbaiki sejumlah pemakaman milik warga yang sudah ada kerabatnya.

Rencana, Minggu (19/1),  sejumlah warga yang memiliki kerabat di lokasi ini akan kerja bakti mencari jenazah para keluarga mereka yang tertimbun material tanah.

Tanah longsor juga terjadi di Kelurahan Mugirejo. Akibatnya, sejumlah warga di Gang Manunggal Kelurahan Mugirejo, Samarinda Utara mengungsi. Tanah yang berasal dari bukit yang telah diratakan untuk pembangunan perumahan ini membuat jalan utama dan beberapa rumah tertimbun tanah.

Tanah longsor yang terjadi pada Selasa (14/01) lalu. Salah satu warga, Aco dan 4 warga lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka. Mereka khawatir roboh.  Karena beberapa bangunan rumah mereka sudah retak dan ada yang jebol.  Bahkan tiang listrik setinggi 4 meter harus dipotong agar tidak menimpa rumah warga.

Jumat (17/1) pagi,  sebuah alat berat didatangkan untuk membuka jalan yang tertimbun material tanah dan batu yang berasal dari tanah urukan ini.  Sebab, sejak beberapa hari,  tanah longsor terus bergerak dan aktifitas warga sekitar menjadi terganggu.

 “Sore longsong sebelah sini, retak semua.  Malamnya baru jebol. Saya sudah pindah,” ungkap Aco.

Sementara untuk mencegah tanah tidak bergeser kembali warga memasang pondasi tepat di tepi jalan.  Sehingga longsoran tidak menimbun rumah warga. (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker