SAMARINDA – Menurunnya omzet pedagang di sejumlah pasar tradisional Kota Samarinda menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Kondisi tersebut dinilai sebagai salah satu indikator melemahnya daya beli masyarakat yang belakangan dikeluhkan para pelaku usaha.
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai penurunan aktivitas perdagangan di sejumlah pasar, termasuk Pasar Pagi dan Pasar Merdeka.
“Keluhan tersebut muncul karena penjualan pedagang tidak lagi setinggi seperti sebelumny,” ungkap Helmi, Selasa (2/6/2026)
Menurut Helmi, kondisi ekonomi yang sedang melambat harus disikapi secara bijak oleh semua pihak, baik pemerintah maupun pelaku usaha. Ia berharap situasi tersebut tidak berlangsung lama sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali bergerak normal. “Yang jelas kita berharap perekonomian Samarinda berjalan dan pulih kembali seperti biasa,” kata Helmi.
Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya stabil, ia mengimbau para pelaku usaha untuk lebih cermat dalam mengelola stok barang. Langkah tersebut dinilai penting agar modal usaha tetap terjaga dan tidak menimbulkan kerugian akibat barang yang tidak terserap pasar.
“Pelaku usaha juga bisa menyesuaikan keadaan yang sekarang ini. Artinya jangan terlalu banyak menyetok barang, sesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya.
Helmi menilai kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci bagi pelaku usaha untuk bertahan di tengah perubahan kondisi ekonomi. Perencanaan yang lebih matang dalam pengadaan barang dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha.
Selain itu, ia berharap berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan penguatan ekonomi masyarakat dapat berjalan maksimal. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi, daya beli masyarakat diharapkan kembali tumbuh dan berdampak langsung terhadap pendapatan para pedagang.
“Pemulihan ekonomi daerah memerlukan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat harus saling mendukung agar roda perekonomian Samarinda dapat kembali bergerak lebih kuat seperti sedia kala,” tutupnya. (ah/gs/adv)
Penulis: Annisa Hidayah



