Usai Banjir, Warga Mulai Bersih-bersih

SAMARINDA –  Sejumlah warga mulai membersihkan tumpukan lumpur yang mengendap usai banjir yang menerjang sejumlah wilayah Kota Samarinda. Seperti di Samarinda Utara. Camat Samarinda Utara, Samsu Alam langsung memimpin warganya membersihkan parit yang tertutup sampah di depan SD 24 Samarinda, Minggu (19/1) pagi.

Kotoran sampah yang umumnya bekas kemasan botol air mineral dan sampah rumah tangga. Sampah itu tampak  menutupi saluran drainase dengan lebar 2 meter dengan kedalaman 1,5 meter ini.  Akibatnya, meski air telah surut, namun air setinggi 10 sentimeter masih menggenangi halaman sekolah.

Selain itu, warga juga membersihkan halaman sekolah yang dipenuhi lumpur setinggi 1 centi meter, dengan menggunakan alkon. Mereka menyemprot seluruh lumpur dan dikumpulkan sebelum dibuang ke tempatnya.

Samsu Alam mengatakan bahwa banjir mulai surut. Dan, seluruh warga disarankan berkerja bakti dilingkungan mereka. Namun, karena banyak warga kelelahan akibat banjir yang merendam rumah mereka, maka kerja bakti di lingkungan dialihkan dirumah warga masing-masing.

“Hari ini,  kerjasama dengan Balakar Bencana dan relawan membersihkan sisa-sisa genangan di Bengkuring. Kita harapkan ini ada kerjasama dengan masyarakat.  Sisa-sisa ini bisa juga dari jalan. Saya kira sampah-sampah ini perlu kita perhatikan bersama, supaya tidak menghambat saluran,” ungkap dia, Minggu (19/1).

Sementara itu,  relawan penanggulangan bencana Kota Samarinda membantu membersihkan SD 24, agar para siswa bisa belajar pada Senin (20/1). Sebab, banjir yang menggenangi Perumahan Bengkuring membuat anak-anak tidak bisa beraktifitas belajar mengajar di sekolah.

Kepala SDN 24 Sempaja Liung mengatakan meski halaman sekolah masih terendam air, tapi tidak membuat pihak sekolah memperpanjang waktu liburan anak-anak.

“Sudah kesepakatan guru-guru,  besok kita harus masuk sekolah. Namun kondisi sekolah kita seperti ini. Ruang kelas sudah dibersihkan.  Hanya saja, halamanya masih kaya gini. Komitmen saya besok harus masuk sekolah, karena sudah satu minggu tidak belajar,” ungkap Liung.

Hingga saat ini,  pihak sekolah masih melakukan upaya mengurangi genangan air, dengan cara menyedot dan membuangnya keluar dari halaman sekolah.

Diketahui,  kawasan Perumahan Bengkuring diterjang banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Dan, membuat 561 rumah atau 1.930 jiwa   menjadi korban.

Perumahan Bengkuring menjadi kawasan yang hingga saat ini masih terendam banjir. Selain karena wilayahnya di daratan rendah, kawasan ini juga merupakan daerah yang dekat dengan Bendungan Benanga.  (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker