Polisi Pastikan Yusuf Jatuh ke Parit

SAMARINDA – Setelah melakukan pra rekonstruksi di sekolah tempat Muhammad Yusuf Gazali hilang, polisi akhirnya memastikan kalau balita malang berusia 4 tahun yang ditemukan tanpa kepala itu jatuh ke parit kecil dari pagar sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Penitipan Anak Jannatul Athfaal Jalan AW Syahranie. Dan, hilangnya kepala korban disebabkan tersangkut benda atau dimakan binatang di sekitar lokasi penemuan.

Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 8 saksi, dan 6 diantaranya guru dan kepala sekolah tempat bocah malang itu dititipkan.

Kapolresta Kota Samarinda Kombes Arif Budiman memastikan bahwa Muhammad Yusuf Gajali tercebur ke parit yang berada 30 meter dari sekolahan. Saat itu, air cukup tinggi dan arusnya deras, karena baru turun hujan deras.

“Kita tidak mau berasumsi macam-macam, karena sampai saat ini belum ditemukan adanya tanda-tanda pembunuhan. Mungkin di sepanjang perjalanan menuju di temukannya anak ini ada beberapa bagian tubuh yang tidak utuh. Jadi kemungkinan juga bukan mutilasi. Kita tidak ingin berasumsi, memang kenyataanya pada saat ditemukan ada beberapa bagian tubuh hilang. Kemungkinan saat hanyutnya itu dimakan biawak kah atau tersentuh tembok dan batu batu. Itu bisa saja terjadi,” ungkap Kombes Arif Budiman, Selasa (10/12).

Balita Yusuf dilaporkan hilang sekitar pukul 15.00 WITA,  Jumat (22/11) lalu. Jarak antara PAUD Jannatul Athfaal Jala AW Syahranie ke lokasi penemuan jenazah  di Jalan Pangeran Antasari Gang III  sejauh 4,5 km.

Sementara itu, Ketua RT 30 Kelurahan Teluk Lerong Ilir menyampaikan bahwa di lokasi penemuan korban banyak sekali predator pemakan bangkai. “Kalau binatang,  ada biawak yang sering lewat disini,” kata dia. (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker