Isteri Sedang Mandi, Suami Tewas Ditembak

NUNUKAN –  Asman (51) warga RT 11 Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan tewas ditembak saat berada di pondok kebunnya, sekitar pukul 15.30 WITA, Kamis (18/7).

Asman diduga menjadi korban pembunuhan menggunakan senjata rakitan jenis penabur. Ini diperkuat dengan penemuan barang bukti 3 butir serpihan proyektil dan  2 butir peluru sudah gepeng di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro membenarkan insiden dugaan penembakan oleh orang tak dikenal. Kejadian ini dilaporkan langsung istri korban benama Omong (50), Ibu Ruang Tangga (IRT) yang tinggal di RT 11, Desa Setabu, Sebatik Barat, Nunukan.

Dari pengakuan Olong kepada kepolisian,  korban saat itu berada di depan pintu pondok. Saat kejadian, Olong tak berada di tempat. Olong pergi ke sumur berjarak sekitar 10 meter dari pondok tersebut.

Tak lama berada di sumur, Olong mengaku mendengarkan suara ledakan sebanyak 1 kali. “Setelah mendengarkan ledakan itu, istirnya langsung pulang ke rumah. Dan ternyata mendapati suaminya sudah terlentang dengan berlumuran darah,” terangnya, Jumat (19/7).

Melihat suaminya sudah tak berdaya, Olong langsung histeris dan sempat mengangkat kepala korban untuk dinaikan ke pahanya. Bahkan, saat itu korban masih dalam keadaan hidup dan sempat mengatakan kepada istrinya  dengan bahasa Bugis “mateka’tu” yang artinya “mati aku”.

“Kemudian, istrinya langsung berlari keluar pondok menuju Desa Bukit Harapan untuk meminta pertolongan kepada warga. Isterinya  berkata  suamiku mati ditembak orang. Nah, warga langsung respon dan membawa korban ke Puskemas Sebatik Timur,” terangnya lagi.

Teguh mengatakan, bahwa korban terkena proyektil peluru dari senapan penabur yang biasa digunakan berburu babi di hutan. Ada luka serius di bagian dada dan lengan korban yang tertembus peluru dan mengakibatkan nyawa korban melayang. “Kita masih  memburu pelaku. Kita juga mendalami motif pelaku,” ungkapnya.

Menurut dia,  lokasi kejadian cukup jauh dari keramaian.  Karena  membutuhkan waktu kurang lebih perjalanan menuju Subsektor Sebatik Tengah dan berbatasan langsung dengan Malaysia.

“Dari penyelidikan,  memang kita ada temukan pondok lain tak jauh dari pondok di TKP. Di sana kita temukan senapan kayu rakitan, terselip diantara papan dan seng di area dapur. Nah, ini kita jadikan bahan penyelidikan, apakah ada sengketa dengan orang lain sebelumnya atau bagaimana, mohon do’a supaya kita segera tuntaskan kasus ini,” kata dia. (*)

Sumber : Koran Kaltara

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker