
KUKAR – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) melalui program inovasi Payung Carek. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas, seperti lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta warga yang sedang sakit, agar tetap mendapatkan akses pelayanan administrasi kependudukan.
Melalui Payung Carek, Disdukcapil Kukar berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan untuk datang langsung ke kantor pelayanan. Sehingga, keterbatasan fisik maupun kondisi kesehatan tidak menjadi penghalang bagi warga memperoleh dokumen kependudukan yang dibutuhkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Kukar, Muhamad Iriyanto mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian upaya pemerintah daerah menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan, yang lebih mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Pelayanan adminduk harus dapat dirasakan semua warga. Termasuk mereka yang membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus karena kondisi fisik maupun kesehatannya.
“Melalui inovasi Payung Carek ini, kami ingin memastikan masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan warga yang sedang sakit, tetap mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan,” kata Muhamad Iriyanto pada gosamarinda.com di Bappeda Kukar, Kamis (29/10/2026).
Ia menjelaskan, kepemilikan dokumen kependudukan sangat penting bagi masyarakat. Karena menjadi salah satu persyaratan untuk mengakses berbagai pelayanan publik. Dokumen tersebut antara lain, Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK), dan dokumen pencatatan sipil lainnya sesuai kebutuhan warga. “Kami terus mendorong pengembangan inovasi pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah diharapkan dapat menjangkau warga yang selama ini menghadapi kendala mengurus dokumen kependudukan secara mandiri. “Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan hak pelayanan hanya karena kondisi fisik atau kesehatannya tidak memungkinkan, untuk datang langsung ke kantor Disdukcapil. Kami ingin pelayanan adminduk semakin mudah diakses dan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Menurut dia, inovasi pelayanan seperti Payung Carek menjadi bentuk komitmen Disdukcapil Kukar meningkatkan kualitas pelayanan publik, yang inklusif dan berkeadilan. “Dengan adanya program tersebut, masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas diharapkan dapat memperoleh pelayanan administrasi kependudukan sesuai kebutuhan, tanpa harus menghadapi kendala perjalanan yang memberatkan,” jelasnya.
Ke depan, kata dia, Disdukcapil Kukar terus berupaya menghadirkan pelayanan yang responsif terhadap kondisi masyarakat. Inovasi Payung Carek diharapkan dapat mendukung pemenuhan hak administrasi kependudukan sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa setiap warga berhak memperoleh pelayanan publik tanpa terkecuali.
“Melalui inovasi ini, pelayanan tidak hanya fokus pada kemudahan prosedur, tetapi juga memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Terutama kelompok yang memerlukan perhatian khusus,” ungkap dia. (adv/ki/Diskominfo Kukar)
Editor : Abdul Rahman



