Ibu Muda di Desa Bukuan Gantung Diri

SAMARINDA – Seorang Ibu muda berinisial SP (22) di Desa Bukuan, Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar tidurnya, Kamis (14/4/2022). Diduga SP bertengkar dengan suaminya AK (27). Dan, ironisnya, pihak keluarga tidak melaporkan kematian korban tersebut ke pihak kepolisian.

Tim Inafis Polresta Samarinda langsung mendatangi Tempat Kejadian Terkara (TKP) usai mendapatkan informasi soal kematian SP yang dinilai tidak wajar.

Untuk memastikan penyebab kematian ibu satu anak ini, Tim Inafis Polresta Samarinda langsung melakukan olah TKP. Beberapa warga terpaksa diminta keluar rumah, karena petugas akan memeriksa jenazah korban.   Polisi juga meneliti tali gantungan ayunan anak korban, yang diikatkan ke plafon rumah.

Suami korban yang dimintai keterangan mengaku sebelum menemukan istrinya tewas gantung diri, mereka sempat cekcok,  arena SP tidak izin saat membawa anaknya ke rumah orang tuanya di Samarinda Seberang.

Setelah cekcok,  AK mengaku tidak tidur satu kamar dengan sang istrinya.  Karena istrinya memilih tidur sendiri dengan mengunci pintu kamar dari dalam. Sementara AK memilih tidur di luar kamar.

Namun setelah pukul 06.00 wita,  saat akan pergi kerja, AK mencoba membangunkan korban SP yang berada di dalam kamar. Tetapi, setelah lama hendak masuk ke dalam kamar, ternyata terkunci.  Karena tak kunjung mendapat jawaban dari isterinya, AK lantas mendobrak pintu kamar dan menemukan istri sudah terbujur kaku dengan posisi tergantung menggunakan sarung ayunan anak mereka.

Sementara itu,  kematian SP tersebut membuat rekan korban, terutama Diana (22), sahabat korban, terpukul. Diana mengaku sempat berkomunikasi dengan korban pada Rabu (13/4/2022) malam,  sekitar pukul 19.00 WITA. Saat itu korban minta dijemput Diana.

“Pagi saya ditelpon pakai nomor dia, tapi bukan dia yang nelpon.  Mungkin suaminya mau ngabari . Saya telpon balik jam 9 dan dikabari bahwa almarhum sudah meninggal gantung diri.  Tidak cerita apa-apa, korban cuma minta jemput aja, pokoknya sekitar jam setengah delapan lewat,” ungkap dia.

Kasubnit Inafis Polresta Samarinda Aiptu Harry Cahyadi  mengatakan bahwa pihaknya masih akan mendalami temuan tim penyidik di lapangan, untuk memastikan penyebab kematian korban.Dari kondisinya,  korban sudah meninggal dunia selama tiga jam, sebelum ditemukan.

“Ditemukan jenazah seorang perempuan yang tergantung.  Namunpihak keluarga tidak melaporkan ke Polsekta Palaran,  Jadi, kami dari unit Inafis membawa jenazah untuk melakukan visum maupun autopsi, hingga nanti apabila ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban kami akan lanjutkan. Untuk sementara ini dilihat dari bagian leher ada biru,” jelas dia.

Untuk mengetahui penyebab kematian korban,  Tim Inafis Polresta Samarinda langsung membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Umum AW Syahranie untuk dilakukan autopsi. (maman)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker