Hasil Forensik Buktikan Korban Yusuf Tewas Tenggelam

SAMARINDA – Poltabes Samarianda mengumumkan hasil penyelidikan dan autopsi ulang terhadap jenazah Muhammad Yusuf Gajali (4), pelajar sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jahnatul Ahfal di Jalan AW Syahranie yang tewas ditemukan tanpa kepala bulan Desember 2019.

Polisi akhirnya menutup kasus ini, setelah hasil autopsi menunjukkan tidak ada kekerasan pada tubuh korban.

Berdasarkan hasil autopsi ulang, Dokter Spesialis Forensik Mabes Polri, Kombes Sumy Hastry Purwanti  memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban Yusuf.

“Pemahamannya,  kalau tulang leher bagian satu sampai yang tujuh itu bagus semua, tidak ada tanda kekerasan, itu menandakan kepala anak lepas, karena proses pembusukan, seperti itu,” ungkap Sumy Hastry Purwanti, kemarin.

Sementara itu, Bambang, orang tua Yusuf mengaku lega dengan hasil autopsi yang dilakukan aparat kepolisian.Ini membuktikan bahwa anaknya bukan korban pembunuhan atau korban perdagangan organ tubuh manusia, seperti yang diungkapkan masyarakat di media sosial.

“Saya pribadi ikut merasa lega, merasa semuanya apa yang menjadi pertanyaan selama ini sudah terjawab. Karena itu, kami ikhlas. Seperti jawaban saya kemarin-kemarin. Apapun hasil autopsi, akan kami terima dengan ikhlas,” ungkap dia.

Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman mengatakan dengan keluarnya hasil autopsi ulang itu, maka Polresta Samarinda menghentkan penyidikan kasus ke arah pembunuhan.  Korban sudah dipastikan terjatuh ke parit. Dan jenazahnya terseret air deras di parit, akibat curah hujan cukup tinggi.

“Otomatis, dengan adanya pengumuman itu, paling tidak, lebih besar kemungkinanya anak ini tenggelam,” ungkap dia.

Diketahui, penyidik Polresta Samarinda telah menetapkan dua orang pengajar di sekolah Yusuf sebagai tersangka atas kasus kelalaiannya mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker