
SAMARINDA – Setelah diterima sebagai warga baru di Desa Budaya Pampang, Samarinda, Kalimantan Timur, Basuki Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) kembali mendapat kehormatan pada liburanya ke Kalimantan Timur.Kali ini Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) menobatkan Ahok sebagai warga kehormatan masyarakat Dayak Kalimantan Timur. Ahok diberi gelar Asang Lalung. Artinya, tokoh muda, teguh, perkasa dan pemberani.
Proses pengukuhan Ahok digelar di Hotel Auditorium Mesra Internasional, Sabtu (13/3) pagi. Proses itu dilaksanakan di depan ratusan masyarakat Dayak dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Ahok dikukuhkan oleh Ketua Dewan Adat Dayak Kaltim, Edi Gunawan Areq Lung. Proses pengukuhan dirangkai dengan pemberian rompi adat, mandau dan topi adat Dayak Kalimantan Timur.
Tidak hanya Ahok, Dewan Adat Dayak Kaltim juga memberikan gelar bagi Puput Nastiti Devi, dengan nama gelar Idang Bulan. Artinya bulan purnama.
Prosesi sederhana itu disaksikan sejumlah tokoh Dayak. Diantaranya Ketua PDKTSyaharie Jaang, yang juga Walikota Samarinda.
Dalam pidato singkatnya, Ahok mengatakan bahwa gelar yang diberikan merupakan tanggungjawab yang cukup besar. Namun dirinya senang menjadi bagian dari masyarakat Dayak yang sangat terbuka dan mau menerima semua orang dari berbagai kalangan.
“Kaltim yang memiliki sumbar daya alam cukup besar. Karena itu harus berfikir bagaimana memanfaatkan sumber daya alam ini untuk kesejahteraan anak cucu kedepan,” kata dia.
Menurut dia, bahwa para pemimpin harusnya melayani masyarakat dan bukan meminta dilayani. Banyaknya persoalan lingkungan yang terjadi di Kaltim, karena para pemimpinya diduga memiliki hubungan dengan para pengusaha.
“Kalau sama saya gak usah gaya-gayaan deh, kubuka kartumu nanti. Kedua, kenapa rakyat kita marah soal tambang soal pertanian segala macam, karena semua pemimpin mainya tambang liar semua disini.Ya, marah rakyatnya. Kenapa kamu bilang, saya tidak boleh katanya gitu loh. Kenapa kamu oknum aparat polisi tidak boleh, ya marah kata saya. Begitu ada kesempatan meledak. Karena kita tidak kasih contoh yang baik,” tandas dia.
Sementara itu Ketua Persekutuan Dayak Kalimantan Timur, Syaharie Jaang mengatakan bahwa kehadiran BTP di Kalimantan Timur diharapkan mampu menjadi jembatan yang menghubungkan warga Dayak di Kaltim dengan para pengambil kebijakan di pusat. Kedekatan BTP dengan Presiden Jokowi akan mempermudah komunikasi antara masyarakat Kaltim dengan Presiden Jokowi. “Ingin berdiskusi, untuk memberikan motifasi kepada masyarakat Dayak. Kita menyadari bahwa lobi-lobi politik , lobi-lobi formal itu tidak gampang, tapi lewat Pak Basuki, pesan-pesan tentang pembangunan, pemindahan Ibukota ke Kaltim itu yang kami yakin bisa disampaikan ke Pak Jokowi sebagai Presiden,” ungkap dia. (maman)



