Kesal Diajak Ngesex, Isteri Bacok Suami

SUKABUMI – Gara-gara kesal sering diajak berhubungan badan (ngesex), seorang isteri membacok suaminya sendiri. Peristiwa pembacokan itu menghebohkan warga di Kampung Ciherang RT 10 RW 09 Desa Gunung Malang, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Minggu (14/7). Aminah (43) membacok Maman (47) menggunakan kapak.

Maman berteriak minta tolong.  Mendengar teriakan Maman, warga menuju lokasi kejadian. Warga mendapati Maman terkapar dengan kepala bersimbah darah.

Tidak jauh dari lokasi Maman tergeletak, terlihat Aminah (43) istrinya memegangi kapak yang masih berlumuran darah. Secepat kilat warga yang melihat kejadian berusaha merebut kapak yang dipegang Aminah.

“Pelaku dan kapak diamankan oleh warga yang mendengar teriakan korban, korban saat itu juga dibawa ke rumah sakit sementara pelaku diamankan oleh warga,” kata Kasatreskrim Polres Sukabumi, AKP Yadi Kusyadi melalui sambungan telepon, Minggu (14/7).

Menurut keterangan warga kepada penyidik, pelaku sempat meronta dan berteriak seperti kesurupan. Khawatir membahayakan warga dan dirinya pelaku lantas diikat oleh warga.

“Sempat melawan saat diamankan, akhirnya warga mengikat pelaku dan menyerahkan ke polisi. Saat ini masih dalam penanganan Polsek Cikidang,” lanjut Yadi.

Akibat serangan kapak tersebut korban mengalami luka sebanyak empat bacokan. Saat ini masih mendapat perawatan di RSUD Sekarwangi, Cibadak.

Aminah (43) masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Cikidang, Resor Sukabumi. Ibu tiga anak tersebut terpaksa menginap di ruang tahanan polsek.

Pemeriksaan terhadap Aminah dilakukan anggota dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Polsek Cikidang.

“Semalaman kita periksa, namun yang bersangkutan masih irit memberikan keterangan,” kata Kapolsek Cikidang AKP Sunarto, Senin (15/7).

Kepada polisi, Aminah mengaku kesal karena kerap diminta berhubungan badan oleh Maman. Sedangkan kondisi Aminah baru dua bulan melahirkan anak ketiga. Diduga hal itu menjadi pemicu aksi nekat Aminah menyerang dan membacok suaminya menggunakan kapak.

“Ada cerita, dia itu baru saja melahirkan dan belum KB, sementara suaminya minta jatah ’emen’ terus. Dia tetap melayani suaminya, akhirnya kondisinya stres karena lelah yang berujung pada kejadian pembacokan,” ujar Sunarto.

Polisi berencana memeriksa Maman dan sejumlah saksi di antaranya pihak keluarga. “Kita akan meminta keterangan lebih jauh ke suaminya, kabarnya hari ini kondisinya sudah stabil di RSUD Sekarwangi, Cibadak,” ucap Sunarto.

Sementara itu, Mimin (49), kakak Maman, orang yang pertama melihat kejadian pembacokan, Minggu (14/7) mengatakan, bahwa saat itu berupaya melerai sambil merebut kapak yang dipegang Aminah.

“Saya lihat dia (Aminah) ngebacokin adik saya. Saya langsung merebut kapak yang dipegangnya. Ketika kapak sudah saya ambil, dia menggigit jari tangan saya hingga luka,” tutur Mimin di kediamannya, Desa Gunung Malang, Kecamatan Cikidang, Sukabumi.

Selagi insiden berdarah itu berlangsung, dua anak Aminah bermain di halaman depan rumah. Sedangkan bayi yang baru berusia dua bulan tidur di ayunan dalam kamar. 

Lokasi Maman dibacok berada di ruangan tengah. “Saya tendang dia (Aminah) sampai jatuh. Setelah itu saya ambil kapaknya, lalu saya buru-buru berikan ke tetangga yang lain. Aminah langsung diikat karena ngamuk terus,” ujar Mimin.

Mimin menyebut rumah tangga adiknya dengan pelaku sudah berjalan selama 17 tahun, sepengetahuannya tidak ada sekalipun percekcokan di antara keduanya. Tidak ada selisih paham yang berakibat pada percekcokan.

“Mereka rukun-rukun saja. Sampai sekitar dua minggu ke belakang, adik saya menceritakan sikap istrinya yang berubah tidak seperti biasanya, sering marah-marah tidak jelas,” tutur Mimin. (sob/detik.com)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker