Hujan Deras, Enam Titik Jadi Langgaran Banjir

NUNUKAN – Sejumlah titik di Pulau Nunukan telah menjadi langganan banjir. Pasalnya, saat turun hujan deras cukup lama, maka sebagian wilayah terendam banjir, akibat luapan air sungai dan parit pinggir jalan.

Seperti yang terjadi di beberapa titik wilayah Nunukan, Senin (8/7) pagi. Sejak dini hari, air sudah merendam puluhan rumah warga. Terparah terjadi di 6 titik,  diantaranya, Jalan Antasari, Jalan Angkasa, Jalan TVRI, Jalan Pelabuhan Baru, Jalan Porsal, dan SMA Muhammadiyah (markas PM).

Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Nunukan, Hasan mengatakan, bahaw bencana banjir ini baru dilaporkan pukul 05.20 wita, Senin (8/7). Ketinggian air bervariasi, mulai 20 cm hingga 1 meter.

“Setelah kita terima laporan, petugas BPBD langsung bergerak. Dan kebetulan sebagian sudah ada di lokasi banjir. Ada enam lokasi banjir terparah. Karena air sudah merendam rumah warga. Bahkan, pertokoan hingga perkantoran dan sekolah,” terangnya, Senin (8/7).

Menurut dia,  sebanyak 70 rumah warga terendam banjir. Bahkan, jumlah itu bisa lebih.  Meski begitu, tidak ada korban jiwa dan warga mengungsi. Hanya saja, kerugian material dipastikannya cukup besar. “Karena  banyak yang rusak, seperti beberapa bagian bangunan warung di Jalan TVRI dan barang jualan milik warga di beberapa took yang terendam banjir,” kata dia.

Selain bencana banjir, dia mengatakan  telah menerima juga laporan tanah longsor di RT 02, Nunukan Selatan, Senin (8/7).  Dua rumah warga tertimpa material tanah longsor. “Kondisi hujan dan angin kencang juga mengakibatkan tumbangnya beberapa pohon di tepi jalan. Sehingga menggangu arus lalu lintas di jalan,” pungkasnya.

Dia meminta masyarakat lebih berhati-hati lagi terhadap binatang liar yang berbahaya masuk ke rumah. Pasalnya, saat proses pembersihan dan pengurasan air banyak ditemukan ular.

“Sejauh ini, kita membantu upaya evakuasi barang-barang milik korban. Membantu membuang air yang masuk dan menggenangi rumah warga menggunakan mesin pompa air,” tuturnya.

Menurut dia, pihaknya berupaya membuka dan membersihkan jalur-jalur air serta saluran parit yang tersumbat.

“Kita gunakan pompa untuk menguras air yang masuk rumah warga. Untuk pohon tumbang kita gunakan alat pemotong serta alat pendukung lainnya,” tambahnya.

Selain BPBD, kata dia, pihaknya saling bekerjasama dengan Disdamkar, Polsek Nunukan, Ramil Nunukan, PM Nunukan, DLH dan masyarakat.

“Saat ini, debit air sudah berlahan-lahan turun. Meski masih ada beberapa daerah tergenang, tapi nanti sore dipastikan turun,  jika tidak terjadi hujan,” kata dia. (koran kaltara)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker