Usai Observasi 14 Hari di Natuna, 9 Mahasiswa Pulang ke Samarinda

SAMARINDA – Setelah 14 hari menjalani observasi di Pulau Natuna akibat serangan corona di negeri Cina, akhirnya 9 orang mahasiswa yang menuntut ilmu di negeri Cina pulang ke Samarinda. Mereka bertemu orangtua dan keluarganya. Dan, salah  seorang orang tua mengaku khawatir dan meminta agar anaknya bisa pindah kuliah di Indonesia.

Suasana haru meliputi ruang  VIP Bandara APT Pranoto Samarinda, saat 9 orang mahasiswa tersebut bertemu orangtua dan keluarganya, Miinggu (16/02).

Isak tangis tak terbentung saat orang tua para mahasiswa bertemu dengan sang anak dengan kondisi sehat wal afiat. Apalagi sebagian orang tua mengaku sangat khawatir saat anak mereka masih berada di negeri Cina, khususnya Propinsi Wuhan untuk menuntut ilmu.

9 mahasiswa asal Kota Samarinda, Kutai Kartanegara dan Kutai Timur merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran di 3 daerah, seperti Gionchu, Jioncho dan Enshizhou.

9 mahasiswa asal Kaltim ini tiba di Bandara APT Pranoto Samarinda diterima Asisten Administrasi Pemprov Kaltim Fathul Kalim.  Kemudian, mahasiswa itu diserahkan kepada keluarganya.

Para mahasiswa mengaku gembira bisa kembali ke rumah mereka setelah menjalani masa-masa kepanikan saat berada di Wuhan, Cina.  Namun mereka bahagia saat berada di Natuna, karena diterima dengan baik oleh negara.

Meski baru menghadapi suasana mencekam dalam hidup mereka, tetapi
hampir semua mahasiswa tetap ingin  kembali dan melanjutkan studi mereka di negeri China  setelah kondisi di China dinyatakan kondusif dan bebas Covid 19.

Namun tidak bagi Rusdiati, orang tua  Riska Nurazizah, mahasiswa kedokteran di daerah Jioncho, Wuhan.

Rusdiati mengharapkan anaknya bisa pindah kuliah ke Indonesia, apabila kuliahnya tidak harus mengulang dari semester awal.

“Insyah Allah lanjut kuliah pak,  kalau bisa pindah kesini, tanpa turun semester, kalau diperbolehkan. Ya untuk saat ini khawatir banget pak,” ungkap Rudiati.

Tetapi kekhawatiran sang bunda tidak membuat Riska Nurazizah patah semangat. Mahasiswa semester 6 ini mengaku masih ingin kembali dan fokus menuntut ilmu.

“Tentu saja kembali untuk kuliah. Gak takut,  aman, kan kami sudah tahu bagaimamana cara penanganannya dan penanggulangannya,”  kata Riska.

Sementara itu , Asisten Administrasi Umum Sekretariat Provinsi Kaltim Fathul Halim menyatakan  tetap memantau kondisi kesehatan mahasiswa itu,  walapun tidak secara khusus.  Tetapi melalui komunikasi dengan keluarga  dan  para mahasiswa.

 “Yang jelas mereka tiba, saya yakin tetap ada komunikasi dengan pihak keluarga untuk memantau kesehatan mereka nanti. Mereka langsung, karena sudah jelas dinyatakan sehat,” ucap dia.

Sementara itu, selain 9 orang mahasiswa yang mendarat di Bandara APT Pranoto Samarinda, sebanyak 5 orang mahasiswa lainnya mendarat di Bandara Sepinggan Balikpapan. Total mahasiswa asal Kaltim yang melanjutkan ilmu di negeri Cina ada 14 orang.  (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker