Satu PDP di Kukar Meninggal Dunia

TENGGARONG –  Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Parikesit Tenggarong meninggal dunia, Senin (14/4).

“Dari data yang kami peroleh, pasien berstatus PDP.  Pasien meninggal dunia setelah mengalami pemburukan imunitas ,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara Martina Yulianti saat konferensi pers melalui aplikasi Zoom dari kantornya, Selasa (14/4) malam.

Martina mengatakan bahwa pasien berjenis kelamin  perempuan umur 45 tahun ini masuk rumah sakit pada Rabu (8/4) lalu, dengan keluhan batuk, demam dan memiliki riwayat perjalanan dari Jawa Timur.

“Pasien masuk dari poli khusus Rumah Sakit Parikesit. Pasien langsung diisolasi di ruang khusus. Dan saat itu juga langsung dilakukan pemeriksaaan rapid test dan mengambil sampe swabnya,” kata Martina.

Saat itu, kata dia, hasil rapid test pasien negatif. “Tetapi, untuk pencegahan, pasien tetap diisolasi,” jelasnya.

Setelah dilakukan perawatan, lanjut dia, Selasa (14/4) sekitar pukul 17.00 WITA, pasien mengalami gangguan imunitas. Yakni imunitas pasien mengalami penurunan yang besar.

“Karena sudah sangat parah dalam 2 hari ini,  kondisi kesehatan pasien sangat parah. Dan akhirnya meninggal dunia sore tadi. Penyebab utama pasien meninggal bukan karena corona, karena hasil uji laboratorium belum keluar. Sementara hasil rapid test negatif,” tegas Martina.

Menurut dia, sebelum pasien meninggal, tim medis sempat mengambil sampel pasien untuk uji swab di Laboratorium Covid-19 Kesehatan RI.  “Saat ini kita masih menunggu hasil laboratoriumnya,” kata dia.

Dia menyampaikan, jenazah pasien dimakamkan Selasa (14/4) sore oleh  Tim Medis Gugus Tugas Covid-19 Kutai Kartanegara  sesuai SOP penanganan pasien Covid-19.

“Sebagai antisipasi, kita menangani dengan protokol Covid-19. Kami makamkan malam ini, di pemakaman yang jauh dari permukiman warga,” kata Martina.

Saat ini, kata dia, Tim Gugus Covid-19 Kutai Kartanegara masih terus melakukan contact tracing keberadaan pasien di Kutai Kartanegara.

“Menurut keterangan Ketua RT dan warga tempat,  pasien asal Jawa Timur ini tidak memiliki keluarga di Kutai Kartanegara. Pasien baru datang dan langsung sakit,” kata Martina. (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker