
SAMARINDA – Sampai saat ini, Kota Samarinda belum membuka data Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dengan Pengawasan (PDP). Alasannya, menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Samarinda dr Osha Rafshodia, karena mempertimbangkan banyak hal. Dari sisi surveilers, terutama buffer populasi masih belum diperlukan.
“Tetapi, bila nanti timbul transmisi lokal, maka kami bersama Diskominfo tentu akan merilisnya. Sehingga masyarakat tahu, siapa yang menjadi PDP, siapa yang positif. Sehingga bisa mengurangi resiko. Dan surveilers masyarakat berjalan,” kata dr Osha Rafshodia saat teleconference, Senin (4/5).
Sehingga, kata dia, masyarakat dapat mengetahui si A pernah kontak dengan B, C dan D. Jadi, yang kontak bisa diarahkan ke fasilitas kesehatan.
“Ini merupakan salah satu strategi dari Dinas Kesehatan Kota Samarinda,” ungkap dia.
Diketahui, berdasarkan update data penanganan Covid-19 di Kota Samarinda per 4 Mei 2020, jumlah pasien positif Covid-19 di Samarinda sebanyak 25 kasus dan pasien sembuh 2 kasus.
Lalu, jumlah Pasien Dengan Pengawasan (PDP) sebanyak 67 kasus dan menunggu hasil laboratorium 44 kasus.
Sedangkan, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.354 kasus. Dimana, sebanyak 1.173 kasus sudah selesai pemantauan. Dan, 181 kasus masih proses pemantauan. (sobirin)



