
SAMARINDA – Sampai saat ini, Kota Samarinda belum menemukan bukti terjadinya transmisi lokal Covid-19. Bahkan, untuk semua kontak erat dari kluster-kluster terdahulu yang sudah Pasien Dengan Pengawasan (PDP) konfirmasi swab positif, keluarga pasien belum ada yang positif saat diperiksa menggunakan alat Imunoflouresensi Assay.
“Secara total, selama epidemic Covid-19, kami telah melakukan rapid tes sebanyak 1.375 kasus. Termasuk 275 kasus yang sudah menggunakan alat Imunoflouresensi Assay. Sampai sejauh ini, Kota Samarinda belum ditemukan bukti adanya transmisi lokal. Tetapi, kami juga tetap mengingatkan harus mematuhi imbauan-imbauan dari pemerintah,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Samarinda dr Osha Rafshodia saat teleconference, Senin (4/5).
Dalam minggu ini, kata dia, pihaknya sedang mempersiapkan skenario memperluas test alat Imunoflouresensi Assay untuk pasien di Puskesmas.
“Untuk memantau kemungkinan ODP di Puskesmas. Dan terus memantau potensi transmisi lokal. Dengan metode Imunoflouresensi Assay ini, kami nantinya akan mampu memetakan hotspot daerah yang berpotensi terjadi transmisi lokal. Serta, akan mengambil langkah-langkah bersama Gugus Tugas Covid-19, untuk menekan transmisi lokal dan mencegah penyebaran ke daerah lain. Salah satunya, dengan akses informasi siapa penderita ODP dan PDP tersebut,” ungkap dia.
Menurut dia, test Imunoflouresensi Assay ini sangat penting. Dan menjadi salah satu metode untuk menemukan kluster lokal.
“Terpenting adalah kami harus bisa menemukan kluster lokal yang masih terbentuk pada saat-saat awal. Dengan test Imunoflouresensi Assay, hal ini dimungkinkan,” jelas dia.
Selanjutnya, kata dia, beberapa minggu kedepannya, akan dilakukan test Imunoflouresensi Assay untuk petugas Puskesmas secara serial, yang akan dilaksanakan dalam beberapa minggu.
“Jadi tidak dilaksanakan sekaligus. Sehingga deteksi resiko dalam rentang waktu serial bisa efektif dan efesien, untuk mendeteksi apakah ada resiko transmisi bagi petugas kesehatan,” ucap dia. (sobirin)



