
SAMARINDA – Walikota Samarinda Syaharie Jaang menyampaikan bahwa rencana penerapan jam malam di sejumlah ruas jalan dalam Kota Samarinda belum bisa dilaksanakan. Karena saat ini masih dilakukan pengkajian lebih mendalam untuk penerapan jam malam.
Hal itu disampaikan Walikota Samarinda Syaharie Jaang saat melihat kesiapan penyediaan masker kesehatan tim medis, Kamis (2/4) siang.
Berdasarkan hasil kesepakatan Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Rakor Forkopimda) melalu video conference tanggal 30 Maret 2020, bahwa Pemkot Samarinda memberlakukan pembatasan akses jalan Balikpapan Samarinda, dengan memeriksa warga yang masuk ke Kota Samarinda dari arah Balikpapan. Serta penutupan pelabuhan penumpang di Samarinda.
“Kita tidak mungkin menutup akses jalan. Karena akan banyak masyarakat yang dirugikan akibat kebijakan itu. Bagaimana nanti warga Bontang maupun Tenggatong yang mau pulang dari Balikpapan. Kita hanya melakukan pembatasan arus keluar masuk orang, bukan barang,” kata Syaharie Jaang.
Pembatasan akses jalan Balikpapan-Samarinda dan penutupan pelabuhan di Samarinda mulai diberlakukan 3-24 April 2020.
“Pembatasan akses jalan itu dimulai 3 April. Kita akan buka pos kesehatan, untuk memeriksa warga yang akan masuk ke Kota Samarinda,” kata dia. (maman)



