Monyet di Samarinda Serang Pelajar

SAMARINDA – Kawanan monyet di Samarinda, Kalimantan Timur menyerang pengguna jalan alternatif Kelurahan Bayur- Kelurahan Berambai, sepekan terakhir ini. Sedikitnya ada 8 korban mengalami luka gigitan di kaki dan sejumlah anggota tubuhnya. Tidak adanya Puskesmas, membuat korban harus menempuh jarak 50 km untuk mendapatkan perawatan medis.

Sejumlah warga tampak melakukan pengamanan di jalan arteri yang dibangun pemerintah menghubungkan Kelurahan Bayur dengan Kelurahan Berambai, Kota Samarinda.

Selain membekali diri dengan senjata tajam, warga didampingi Babinsa Samarinda Utara membawa senapang angin untuk menembak kawanan monyet ekor panjang yang kerap menyerang warga saat yang melintasi jalan tersebut.

Sebelumnya Wawan (15), seorang pelajar  warga RT 34 Kelurahan Berambai, Kecamatan Samarinda Utara mengalami luka cukup parah di paha kaki kanan akibat digigit kawanan monyet saat akan berangkat ke sekolah.

Ironis, minimnya sarana kesehatan di lokaasi kejadian membuat korban harus di bawa ke Kota Samarinda untuk mendapatkan perawatan.

Dengan menggunakan mobil pick up, Wawan dibawa berobat dan mendapatkan perawatan dari tim medis.

Saat ditemui media, Wawan mengatakan bahwa luka yang dialaminya telah ditangani dokter. Selain mendapatkan suntikan anti tetanus, dirinya dibekali obat penghilang nyeri.

Wawan menceritakan sebelum kejadian ia melihat ada dua ekor monyet didepanya. Ia sempat akan balik dan memilih jalan lain. Namun tiba-tiba satu ekor monyet lain menerkamnya dan menggigit pahanya.

“Tiga ekor dua di atas, satu ekor yang nyerang saya. Saya rebahkan motor saya. Kalau tidak direbahkan motor saya, mungkin dia tidak lepas,” ungkap Wawan.

Sementara itu, sejumlah warga Berambai mengaku cemas dengan keberadaan monyet yang mulai mengganggu warga. Gangguan yang dilakukan para monyet ini, akibat lingkungan mereka sudah rusak. Hutan di kawasan itu sudah berubah fungsi menjadi kebun sawit dan tambang batu bara. Sehingga,  monyet makin terdesak,  dan mereka menyerang warga sekitar. Selain itu, monyet menyerang juga para pekerja pembangunan jalan dan menara sutet.

Salah satu warga RT 35 Berambai, Adi mengatakan sebelum dibangun perkebunan kelapa sawit dan tambang batu bara,  monyet itu bisa bermain di belakang rumah warga dan tidak mengganggu warga sekitar.

“Korban terakhir ini anak sekolah umur 15 tahun. Itu korbn kedelapan. Sebelumnya ada pekerja sutet untuk PLN diserang hingga mengalami luka dengan 16 jahitan di lengan. Ada juga ibu-ibu yang boncengan dengan suaminya, sampai digigit dibagian pahanya,” ungkap dia.

Sementara itu, warga lainnya, Lahape mengatakan, aksi monyet ini bisa dibilang ganas. Masuknya para monyet ke permukiman warga, sangat menghawatirkan. Karena itu, pemerintah mesti mencari solusi agar kasus seperti ini tak terulang lagi.

Apalagi, kata dia, kejadian ini sangat dekat dengan objek wisata air terjun Bermabai. Jika dibiarkan, maka dikhawatirkan monyet ini akan menyerang para wisatawan yang akan melihat air terjun.

“Monyet itu berapa kali mengganggu anak-anak cewek sama lakinya, hingga robek di pahanya,” kata dia.

Menurut dia, gangguan monyet yang terjadi sejak sepekan terakhir itu telah dilaporan warga kepada instansi terkait.Sayangnya, hingga korban kedelapan, tidak ada petugas BKSDA Kalimantan Timur yang turun mengamankan satwa tersebut.

“Warga khawatir, jika warga bertindak, nanti akan menyalahi hokum. Apalagi beberapa monyet dikawasan itu diduga merupakan monyet langka,” ungkap dia. (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker