
SAMARINDA – Komisi IV DPRD Samarinda masih mencarikan formulasi menaikkan kembali intensif guru honorer, yang telah diturunkan.
Penurunan intensif guru honorer tersebut didasari Keputusan Wali Kota Samarinda. Awalnya Pemkot Samarinda mengalokasikan anggaran Rp700 ribu per guru. Kemudian intensif tersebut turun menjadi Rp250 ribu per guru.
“Kita akan terus mengupayakan kenaikkan kembali. Kita masih berusaha. Kita tetap berkoordinasi dengan Pemkot, supaya ini tetap bisa,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti, kemarin.
Menurut dia, penurunan tersebut dikarenakan ada beberapa alasan. Pertama, karena menabrak regulasi. Dan kedua, minimnya Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda
“Saat pemeriksaan BPK ada temuan. Karena ada double pembiayaan. Itu tidak boleh,” ungkap dia.
Saat ini, kata dia, di Samarinda ada 831 sekolah. Semua sekolah diberi insentif, mulai negeri, swasta dan sekolah di bawah naungan Kemenag.
Namun, swasta dinilai tidak perlu mendapat insentif, karena telah menerima Bosnas dan Bosda. Apalagi, mereka juga memungut iuran dari siswa. Begitupun sekolah di bawah naungan Kemenag, dinilai tidak perlu, karena juga sudah memperoleh anggaran insentif. (ADV)



