Simpan Masker, Polresta Samarinda Awasi Distributor Alat Kesehatan

SAMARINDA –Polresta Samarinda melakukan pengawasan terhadap salah satu distributor penjual alat alat kesehatan di Samarinda, Kalimantan Timur, yang ketahuan berbohong kepada petugas dan mengaku masker yang dijualnya habis.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan di sejumlah tempat, petugas kepolisian berhasil menemukan puluhan boks masker kesehatan berbagai merk yang simpan di tumpukan kardus bekas.

“Kita akan awasi tempat ini. Tadi dia mengaku bahwa barang yang kita temukan merupakan pesanan dari beberapa Puskesmas di Samarinda, kita akan terus dalami hal ini,” kata Kanit Tipiter Polresta Samarinda Iptu Wira, Selasa (3/3).

Wira mengatakan, selain melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa apotek dan distributor alat kesehatan di Samarinda,  Polresta Samarinda juga melakukan patroli cyber untuk mencegah orang-orang yang mengambil keuntungan dari merebaknya virus corona ini.

Sebelumnya, aparat Polresta Samarinda menerima laporan warga Samarinda yang mulai resah dengan meningkatnya harga masker dan sejumlah alat kesehatan, seperti anti septic untuk cuci tangan.

“Atas dasar itu, kami turun ke lapangan.Ini sekaligus mengantisipasi kemungkinan penimbunan alat-alat kesehatan yang dibutuhkan masyarakat oleh apotek di Samarinda. Dan benar, tadi kami menemukan distributor yang memberikan keterangan palsu kepada petugas. Awalnya mereka ngomong maskernya habis, karena dijual dengan harga Rp35 ribu. Namun setelah dicek, petugas menemukan kwitansi pembelian masker dari tempat itu. Masker itu seharga RP 250 ribu. Terus mereka mengaku stok barang habis. Setelah dicek petugas, kami menemukan puluhan box masker kesehatan,” jelas Wira.

Menurut dia, kejadian itu akan segera dilaporkan ke pimpinan Polresta Samarinda. Pastinya, penemuan ini akan ditindaklanjuti. Dan, seluruh apotek di Samarinda akan terus diawasi terkait perdagangan masker.

“Sesuai instruksi atasan, jangan ada yang mengambil keuntungan dari musibah yang terjadi saat ini,” tandas dia.

Berdasarkan pantauan, petugas kepolisian sempat memeriksa Apotek XS Mart di Jalan Palang Merah Indonesia (PMI), Kimia Farma, Toko Sumber Rezeki Medika Mandiri distributor alat kedokteran dan laboratorium di Jalan S. Parman Samarinda. Terakhir di Apotek Phentafarma Jalan Kadrie Oening.

Hari Purwanti, pemilik apotek Phentafarma mengaku bahwa masker yang ditemukan menumpuk ditempatnya adalah pesanan dari Puskesmas di Samarinda, yang belum diantar.

“Ini semuanya pesanan dari Puskesmas di Kota Samarinda. Harganya memang sudah mahal,  karena saya juga membeli dengan harga mahal. Misalnya, Rp200 ribu, jadi saya jual Rp220 ribu. Kalau ada yang beli, saya tidak jual kepada orang yang ingin jual lagi. Ini saya jual hanya kepada warga yang perlu saja,” jelasnya.

Dia mengaku membeli masker tersebut dari Salwa alat-alat kesehatan.  “Memang, tadi ditanya kwitansi pembelian masker oleh pihak kepolisian, namun memang saya beli tidak minta kwitansi,  tapi harganya sudah mahal,” ucap dia. (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker