Jual Belikan Hewan Langka di Medsos, Warga Samarinda Ditangkap Petugas Gabungan

SAMARINDA – Petugas Gabungan dari SPORC Brigade Enggang Balai Gakkum LHK Kalimantan,  Polisi Kehutanan BKSDA Kalimantan Timur dan Polresta Samarinda membekuk warga Jalan Ulin Gang 6 Blok B RT 24, Karang Anyar, Sungai Kunjang, Samarinda berinisial S, Selasa (9/6/2020).

S ditangkap karena menyimpan dan memperdagangkan hewan langka. Petugas mengamankan 5 ekor burung rangkong/enggang atau julang jambul hitam dan 1 ekor burung elang ikan kepala kelabu.

Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Wilayah Kalimantan, Subhan menyampaikan kasus tersebut terungkap setelah petugas melakukan patrol cyber dan melihat konten penjualan burung langka di media sosial (medsos) milik S.

“Pelaku S mengaku kalau burung yang diperdagangkan itu berasal dari warga dan dibelinya dengan harga Rp200 ribu-Rp350 ribu. Burun itu rencana dijual kembali dengan harga Rp2 juta-Rp5 juta. Sementara, jika pembelinya dari luar negeri, burung langka itu diberi harga hingga belasan juta rupiah,” ungkap Subhan di kantornya, Rabu (10/6/2020).

Sementara itu Koordinator Polhut BKSDA Kaltim Suryadi  mengatakan, bahwa penjualan rangkong atau burung enggang di Kalimantan Timur sudah sangat memprihatinkan. Apalagi saat ini populasinya sudah mulai terganggu.

“Rangkong dalam keadaan matipun diperjualbelikan. Beberapa kali kita melakukan penangkapan terputus. Sampai saat ini memang terancam punah. Ini khas Kalimantan dan terindikasi sekarang sudah sedikit,  populasi sangat menurun,” kata dia.

Atas perbuatan tersebut ,  tersangka dijerat pasal 40 ayat (2) juncto pasal 21 ayat (2) huruf a dan b Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp100 juta. (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker