
SAMARINDA – Warga Handil Kopi RT 15 Jalan Bendungan, Kecamatan Sambutan, tiba-tiba digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki paruh baya di sebuah sungai kecil belakang rumah warga, Kamis (25/7) siang.
Mayat laki-laki berusia sekitar 60 tahun ini, tidak memiliki identitas pengenal. Sehingga petugas kepolisian beserta relawan tampak kesulitan mengidentifikasi korban.
Korban ditemukan pertama kali oleh warga yang akan melintas diatas jembatan kayu yang terbuat dari pohon pinang. Saat itu warga terkejut melihat korban dengan posisi terkelungkup di air. Warga yang panik kemudian memanggil Ketua RT 15 setempat dan warga lainnya untuk mengevakuasi korban yang telah tewas di sungai.
Mayat korban kemudian dibawa ke rumah warga, sambil menunggu pihak kepolisian dari Polsekta Samarinda Ilir tiba di lokasi.
Ketua RT 15 Kelurahan Handil Bhakti Samarinda, Solikin mengatakan bahwa korban diduga terpeleset saat menyeberangi jembatan kayu. Meski bukan warga sekitar, korban diketahui sering datang ke tempat itu untuk memancing.
“Korban sering mancing disini. Kita taunya lewat-lewat saja bawa pancingan. Badan korban telungkup di dalam air. Hanya keliatan sedikit dan kita tidak berani mengutik utik.Kemungkinan besar terpeleset atau keadaan sakit. Kita kurang tahu,” ungkap dia.
Sementara itu, petugas SPK Polsekta Samarinda Ilir Brigadir Rocky mengatakan bahwa korban diduga seorang pemancing. Dari lokasi kejadian, polisi berhasil mengamankan satu unit sepeda motor milik korban, alat pancing dan tas saku. Namun korban tidak membawa identitas apapun.
Polisi memastikan bahwa korban meninggal karena terjatuh dari jembatan. Sebab, dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. “Oh tidak ada, mungin dia mau mancing jatuh dari jembatan,” kata dia.
Untuk memastikan penyebab kematian korban, dan menunggu kerabat korban untuk mengambil jenazahnya, maka jenazah korban langsung di bawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum AW Syahranie Samarinda. (maman)



