SAMARINDA – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengingatkan generasi muda agar tidak hanya mengandalkan ijazah pendidikan formal dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Penguasaan keterampilan dan kompetensi menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing, terutama di tengah terbukanya peluang investasi seiring perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Helmi Abdullah menilai, ijazah memang menjadi salah satu syarat administratif mencari pekerjaan. Namun, tanpa dibarengi kemampuan yang relevan dengan kebutuhan perusahaan, maka pendidikan formal belum cukup untuk membuka peluang kerja lebih luas. “Saat ini, Kita tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. Kawan-kawan juga harus punya keahlian,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda, Selasa (3/11/2026).
Ia menekankan, generasi muda perlu memahami, dunia kerja tidak hanya menilai latar belakang pendidikan, tetapi juga kemampuan praktis yang dapat diterapkan dalam pekerjaan. Karena itu, pengembangan keterampilan harus menjadi perhatian sejak menempuh pendidikan. “Jangan sampai aktivitas organisasi dan sosial membuat generasi muda mengabaikan pendidikan. Harus berjalan beriringan, agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi pengembangan diri,” katanya.
Ia mencontohkan pengalaman seorang rekannya yang terlalu fokus pada aktivitas organisasi hingga pendidikan tinggi tidak terselesaikan. Kondisi tersebut justru membuat perkembangan dirinya menjadi tidak optimal. “Siapa yang merugi? Artinya pendidikannya terbengkalai, organisasinya juga akhirnya terkendala. Jadi organisasi berjalan, pendidikan juga jalan, skill juga harus dimiliki,” katanya.
Menurut Helmi Abdullah, persoalan ijazah tanpa kompetensi juga terlihat dalam persaingan mencari pekerjaan. Pengalaman ketika seorang rekannya yang memiliki ijazah magister masih kesulitan memperoleh pekerjaan karena belum memiliki keahlian yang menonjol. “Saya punya teman, ijazah S2 itu minta cari kerja. Saya bertanya-tanya, ada keahlian? Enggak ada. Bahasa Inggrisnya bagaimana? Biasa-biasa saja,” tuturnya.
Pengalaman tersebut, menurut Helmi Abdullah, menjadi pengingat, kalau jenjang pendidikan tinggi perlu diikuti dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan dunia kerja. Penguasaan bahasa asing, keterampilan teknis, komunikasi, hingga teknologi dapat menjadi nilai tambah bagi pencari kerja.
“Ijazah tidak seharusnya menjadi satu-satunya modal bagi generasi muda untuk memperoleh pekerjaan. Kompetensi yang dimiliki perlu mampu ditunjukkan secara nyata agar dapat memberikan keunggulan di tengah persaingan,” tandasnya.
Ia berharap generasi muda Samarinda dapat menjadikan pendidikan sebagai fondasi sekaligus terus meningkatkan keterampilan melalui pelatihan, pengalaman, dan pengembangan kompetensi secara mandiri. “Kalau kita mau rekomendasi ke perusahaan, harus ada nilai lebih yang ditunjukkan. Kalau ijazah, saya kira semuanya punya ijazah. Tapi bicara keahlian dan kemampuan, itu yang harus dikuatkan,” tutupnya. (ah/gs/adv)
Penulis: Annisa Hidayah



