
SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Samarinda Subandi menyampaikan masih banyak masyarakat belum memahami Program Pembangunan dan Pemberdayaan masyarakat (Pro Bebaya). Padahal, program tersebut sudah berjalan di tahun 2022 ini.
“Program ini sudah bagus, karena langsung menyentuh ke kebutuhan masyarakat. Nah, persoalan muncul, karena sosialiasi program tersebut masih kurang. Sehingga menimbulkan anggaran dari masyarakat, kalau anggaran program Pro Bebaya itu langsung disalurkan melalui RT,” jelas dia.
Padahal, kata dia, RT hanya berperan melaksanakan musyawarah untuk mendata kebutuhan masyarakat.
“Selain itu, kami juga menerima keluhan dari Ketua RT. Karena masih banyak RT kesulitan menyampaikan laporan, khususnya urusan administrasi,” ucap dia.
Dia menyampaikan bahwa pelaksanaannya bukan dari RT, tetapi kelompok masyarakat (Pokmas).
“Hal-hal seperti ini yang mesti disosialisasikan ke masyarakat. Jangan sampai masyarakat beranggapan kalau anggarannya di RT,” kata dia. (ADV)



