
SAMARINDA – Seluruh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda melakukan isolasi mandiri setelah 1 orang Komisioner KPU Kota Samarinda dam stafnya harus menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum AW Syahranie, dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Karena diduga memiliki riwayat kontak dengan anggota Komisioner KPU di salah satu daerah yang dinyatakan positif Covid-19 (Virus Corona).
Ketua KPU Kota Samarinda Firman Hidayat mengatakan sesuai instruksi KPU Pusat, maka seluruh aktifitas di Kantor KPU Samarinda dilaksanakan di rumah.
“Seluruh Komisioner KPU Samarinda diminta melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sementara satu komisioner dan seorang staf harus menjalani isolasi di Rumah Sakit AW Syahranie,” kata Firman melalui pesan singkat di WhatsApp, Minggu (22/3).
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur Andi M Ishak mengatakan usai ditemukan kasus positif Covid-19 atau disebut kluster KPU, saat pertemuan digelar di Jakarta pekan lalu, para Komisioner KPU Kota/Kabupaten se- Kalimantan Timur harus menjalani isolasi mandiri. Ini mengacu arahan dari KPU RI.
Saat ini, warga Kaltim masuk pemantauan Covid-19 bertambah 44 orang, sehingga jadi 474 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga bertambah 2 orang. Sedangkan kasus terkonfirmasi positif tetap 9 orang.
“Dua orang yang diisolasi di ruang perawatan Rumah Sakit Umum AW Syahranie adalah dua orang yang pernah kontak langsung dengan salah satu anggota KPU daerah yang positif terpapar Covid-19. Ini kita tresing dulu, yang kontak langsung dengan yang bersangkutan. Maka itu, kita dapatkan beberapa. Dan juga kita sampaikan ke semua Kabupaten dan Kota, yang kebetulan selama kegiatan itu dekat atau selalu dekat dengan yang bersangkutan,” ungkap Andi M Ishak.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kalimantan Timur terdapat penambahan 44 orang ODP, yakni di Penajam Paser Utara (PPU) 3 orang, Bontang 7 orang, Kutai Barat 31 orang, dan Berau 3 orang. Total seluruhnya ODP tercatat 593 kasus. 19 dinyatakan telah selesai pemantauan, dan menyisakan 474 ODP. (maman)



