Bikin Heboh, Tukang Parkir Dijemput Relawan Berbaju Hazmat

SAMARINDA – Seorang tukang parkir di Samarinda bikin heboh masyarakat Samarinda, Kamis (30/4). Pria berumur 35 tahun  ini mengaku sakit sesak napas dan batuk sejak 4 hari lalu. Alhasil, pengakuan itu membuat warga sekitar Jalan Kehewanan RT 24 panik.

Lalu, warga melaporkan kepada tim 112 Dinas Kesehatan Kota Samarinda. Tidak lama kemudian, petugas Dinas Sosial BPBD Samarinda dan seorang relawan peduli bencana datang ke lokasi.  

Untuk menghindari hal-hal tak diinginkan,  salah seorang relawan bernama Dani langsung mengenakan baju hazmat yang diberikan oleh Tim Inafis Polresta Samarinda.

“Daripada ada apa-apa,  lebih baik baju ini saya gunakan, meski penyakit orang itu belum diketahui,” kata Dani.

Dani kemudian memasuki sebuah bengkel perbaikan kursi di Jalan Kehewanan RT 24. Di bengkel itu seorang warga dengan kondisi lemas, batuk serta demam tinggi  terbaring di kursi bekas. Pria yang dikenal warga sebagai tukang parkir disebuah toko di Jalan Biawan ini diketahui telah 2 hari tidur ditempat itu.

Sementara itu, pemilik bengkel kursi Asatia  mengaku beberapa hari lalu sempat melihat korban melintas di bengkelnya. Lalu, dirinya memanggil untuk memberi makan.

“Dia mengaku sudah beberapa hari tidak makan. Sehingga saya beri makan. Setelah itu saya tinggal pulang ke rumah. Dan dia tetap disamping bengkel. Pagi tadi dia mengeluh sakit demam, batuk dan sesak napas. Takut ada apa-apa,  saya laporkan ke Pak RT,” kata Asatia.

Sementara itu,  Ketua RT 24 Jalan Kehewanan Kelurahan Sidomulyo Amirullah mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat soal orang yang sesak napas dan demam.

“Karena itu, saya laporkan kejadian ini ke call center 112, agar warga itu dievakuasi jangan sampai ada warga sakit yang tidak tertolong,” kata Amrullah

Tukang parkir yang tidak memiliki rumah ini kemudian dibawa ke RSUD AW Sjahranie menggunakan mobil ambulan milik Puskesmas Biawan, untuk menjalani pemeriksaan. Sementara itu untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan,  warga sekitar tempat korban beristirahat disemprot cairan diisnfektan. (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker