
JAKARTA – Ecky Lamoh, penyanyi yang pernah menjadi vokalis Edane dan Elpamas meninggal dunia di Jogja. Penyanyi itu meninggal usai menjalani perawatan di rumah sakit.
Kabar duka itu dikonfirmasi oleh manajemen Edane, Chafiz.
“Detak jantung berhenti pukul 02.11 WIB. Dinyatakan meninggal oleh dokter jam 02.15 WIB di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Yogyakarta,” ujar Chafiz dilansir detikPop, Minggu (30/22/2025).
Chafiz menjelaskan Ecky Lamoh sebelumnya memiliki beberapa penyakit yang dideritanya. Sebelumnya Ecky sempat mendapat perawatan di rumah sakit. “Komplikasi, sudah beberapa hari dirawat,” lanjutnya.
Chariz juga menjelaskan jenazah Ecky Lamoh disemayamkan di Rumah Duka RS Panti Rapih Yogyakarta.
Diketahui, Ecky Lamoh memiliki nama lahir Alexander Theodore. Ia dilahirkan di Jakarta, tanggal 13 Juli 1961. Pria yang juga kerap disebut Eki Lamoh itu dikenal sebagai penyanyi rock solo sekaligus mantan vokalis grup Rock Edane dan Elpamas.
Keluarga Ecky Lamoh sendiri memanggilnya dengan sebutan Leki, kependekan dari nama Alexander. Tak ayal, masyarakat kerap memakai nama “Eki” sebagai panggilan terhadap dirinya.
Di lain sisi, “Lamoh” merupakan sebuah nama marga leluhur Ecky Lamoh. Mereka berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara. Sang legenda rock Indonesia itu sudah menekuni bakal musik sejak usia 9 tahun. Tora Fischer, nenek Ecky Lamoh, juga memiliki peran penting dalam awal kariernya.
Tora Fischer sebenarnya sempat memberi saran agar sang cucu tidak mengikuti jejak orang tua yang bermain aliran musik Hawaiian, Jazz, dan Blues.
Akan tetapi, Ecky justru menempuh jalur musik Blues dan akhirnya menapaki jejak karier di Hard Rock and Roll. Deep Purple dan Led Zeppelin termasuk grup musik yang turut menjadi inspirasi Ecky Lamoh sejak belia.
Pada 1986, ia mulai berani membikin band bernama AERO sebelum bergabung dengan Elpamas. Lanjut 1986, dirinya bertemu Ekki Soekarno dan Eet Sjahranie hingga membuat album EDANE. Perjalanan karier dilanjutkan pada 1993. Saat itu, ia bergabung dengan sebuah grup yang bernama “Forum”. Isinya sederet pemusik papan atas Indonesia.
Semisal Erwin Gutawa, Vina Panduwinata, KLa Project, Elfas Singer, hingga Addie MS. Lalu Tantowi Yahya, Ahmad Albar, emes, Andre Hehanusa, Titi DJ, Ita Purnamasari, Paramitha Rusady, hingga Inggrid Widjanarko.
Selama periode 1994, Ecky Lamoh lagi-lagi menciptakan karya bersama ELPAMAS melalui album berjudul “BOSS”. Salah satu isinya adalah lagu blues bahasa Inggris pertama di Indonesia dan tercatat di Yayasan Karya Cipta Indonesia (YKCI).
Ecky Lamoh juga pernah merilis lagu berjudul ‘Always’ (Tresno Karo Kowe) pada 26 Mei 2019. Salah satu karyanya itu diciptakan dengan memakai bahasa Jawa dan berkaitan dengan cinta kepada pasangan yang selalu abadi.
Sementara pada 20 November 2025, Eet Sjahranie melalui akun Instagram @eetsjahranie sempat memberitakan kondisi Ecky Lamoh yang mengalami sakit. Kendati demikian, Eet Sjahranie tidak menjelaskan penyakit yang dialami sang rocker. (gs/dtc/tir)



