Pembinaan Atlet Menuju PON 2028 Dimatangkan

SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mulai mematangkan pola pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Salah satunya dengan menyiapkan empat agenda olahraga nasional sebagai tahapan pembinaan atlet di berbagai kelompok cabang olahraga.

Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, mengatakan agenda tersebut menjadi bagian dari transformasi sistem kompetisi nasional setelah PON 2028 diputuskan hanya mempertandingkan cabang olahraga Olimpiade.

“Pada tahun 2026 kami memiliki dua agenda nasional, yaitu Pekan Olahraga Bela Diri Nasional di Sulawesi Utara dan Pekan Olahraga Pantai Nasional di Jakarta. Selanjutnya pada 2027 akan digelar Pekan Olahraga Nasional Indoor serta Pekan Olahraga Nasional Remaja,” ujar Marciano.

Menurutnya, penyelenggaraan empat ajang tersebut bukan tanpa alasan. KONI Pusat ingin memastikan seluruh cabang olahraga tetap memiliki ruang kompetisi meski pada PON 2028 jumlah cabang yang dipertandingkan akan dikurangi menjadi sekitar 31 hingga 32 cabang olahraga Olimpiade.

“Kami telah bersepakat bahwa PON ke-22 akan fokus pada cabang olahraga Olimpiade. Karena itu kami menghadirkan PON Bela Diri, Pantai, Indoor, dan Remaja sebagai wadah pembinaan bagi cabang olahraga lainnya,” jelasnya.

Marciano meminta setiap provinsi, termasuk Kalimantan Timur, segera memetakan cabang olahraga yang menjadi kekuatan daerah agar pembinaan lebih terarah. Ia menilai strategi tersebut menjadi kunci untuk meningkatkan peringkat pada PON 2028.

“Saya berharap KONI Kalimantan Timur mengoptimalkan pembinaan pada cabang olahraga unggulan. Kalau ingin mencapai target prestasi, fokuskan pembinaan pada cabang yang memang menjadi kekuatan daerah,” tegasnya.

Selain kalender kompetisi, Marciano juga mendorong penerapan sport science dan sport intelligence dalam sistem pembinaan atlet. Menurutnya, pendekatan berbasis data dan analisis lawan akan menjadi nilai tambah dalam meningkatkan daya saing atlet Indonesia.

“Kami baru menerbitkan buku tentang sport intelligence. Saya berharap implementasi sport science yang didukung sport intelligence dapat menghasilkan prestasi yang lebih baik pada masa mendatang,” katanya.

Ketua KONI Kaltim H. Anderiy Syachrum menyatakan pihaknya siap menyesuaikan program pembinaan dengan arah kebijakan yang ditetapkan KONI Pusat. Kepengurusan baru akan segera menyusun roadmap menuju PON 2028 dengan mempertimbangkan kalender kompetisi nasional.

“Kami akan melakukan evaluasi terhadap seluruh cabang olahraga, memetakan cabang unggulan, kemudian menyusun roadmap pembinaan yang berbasis data, target, dan terukur agar atlet-atlet Kaltim siap mengikuti setiap tahapan menuju PON 2028,” ujar Anderiy.

Dia menambahkan, penguatan pembinaan usia dini, peningkatan kualitas pelatih, pemanfaatan sport science, hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, KONI kabupaten/kota, dan dunia usaha akan menjadi fondasi utama dalam mengejar target prestasi Kalimantan Timur.

“Dengan sinergi seluruh pihak, kami optimistis pembinaan olahraga di Kalimantan Timur akan semakin baik dan mampu melahirkan prestasi yang membanggakan pada PON 2028 maupun ajang nasional lainnya,” pungkasnya. (nul)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker