SAMARINDA – Pembangunan Teras Samarinda Tahap III secara umum dinilai telah menunjukkan progres yang baik. Meski sebagian besar infrastruktur telah rampung, kawasan tersebut dinilai belum layak dibuka untuk umum sebelum seluruh fasilitas pendukung, khususnya jembatan penghubung, selesai dibangun.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama, mengatakan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Teras Samarinda Tahap III untuk melihat secara langsung perkembangan proyek. Dari hasil peninjauan tersebut, infrastruktur utama dinilai sudah siap dimanfaatkan.
“Secara infrastruktur, waktu kami sidak bersama Komisi III ke sana sebenarnya sudah siap. Cuma mungkin pada bagian jembatan yang melayang di atas sungai itu saja yang belum selesai,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Menurut Romadhony, keberadaan jembatan penghubung menjadi bagian penting dalam mendukung fungsi kawasan secara menyeluruh. Tanpa fasilitas tersebut, akses pejalan kaki antarsegmen Teras Samarinda belum dapat berjalan optimal.
Ia menjelaskan, jalur penghubung itu nantinya akan menghubungkan kawasan di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur menuju Pasar Pagi hingga ke bagian lanjutan Teras Samarinda. Karena itu, penyelesaiannya harus menjadi prioritas sebelum kawasan resmi dibuka.
“Kalau dari teras yang ada di depan kantor gubernur orang mau jalan ke depan Pasar Pagi lalu lanjut ke sana, tapi jalan penghubungnya belum ada, tentu jadi tidak efektif. Orang mau lewat mana,” katanya.
Romadhony menilai penyelesaian seluruh komponen proyek akan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat ketika kawasan tersebut mulai dioperasikan. Selain mendukung mobilitas, fasilitas yang lengkap juga akan meningkatkan kenyamanan pengunjung.
“Kalau semua fasilitasnya sudah selesai, masyarakat tentu bisa menikmati Teras Samarinda secara utuh tanpa ada hambatan akses,” pungkasnya. (ah/gs/adv)
Penulis: Annisa Hidayah



