SAMARINDA — Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan, menyoroti kembali proyek terowongan Samarinda yang disebut terus membutuhkan tambahan anggaran setelah muncul persoalan longsor dan pekerjaan pengamanan tambahan.q
Arif mempertanyakan sejauh mana perencanaan awal proyek tersebut dilakukan secara matang sebelum pengerjaan dimulai. Menurutnya, proyek besar seharusnya memiliki kajian komprehensif agar tidak terus memunculkan kebutuhan tambahan biaya.
“Saya sejak awal sudah mengingatkan, perencanaannya harus komprehensif. Jangan setelah jalan malah muncul tambahan lagi, tambahan lagi,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026)
Ia menjelaskan sebelumnya proyek tersebut sudah mendapat tambahan pekerjaan inlet dan outlet pasca longsor. Namun kini kembali muncul kebutuhan pengamanan tambahan di bagian atas area proyek.
“Artinya sekarang ada lagi tambahan pengaman di atasnya. Nah ini yang kita pertanyakan, apakah memang perencanaannya kurang matang atau bagaimana,” katanya.
Arif menegaskan Komisi III DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap proyek pembangunan daerah, terutama yang menggunakan anggaran besar.
Menurutnya, kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami tekanan membuat seluruh proyek harus benar-benar mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan fiskal pemerintah.
“Sekarang kondisi keuangan terbatas. Jangan sampai proyek terus bertambah sementara program prioritas lain juga banyak membutuhkan anggaran,” tegasnya.
Ia mengatakan DPRD nantinya akan mengkaji kembali usulan tambahan anggaran proyek tersebut sebelum diputuskan dalam pembahasan bersama pemerintah kota.
Selain proyek terowongan, Arif juga mengingatkan agar seluruh proyek pembangunan ke depan disiapkan dengan perencanaan yang lebih detail agar tidak menimbulkan pembengkakan biaya di tengah keterbatasan anggaran daerah. “Itu perlu, agar kita bisa mengukur potensi anggaran kita berapa dan penempatannya dimana,” pungkasnya. (ah/gs/adv)
Penulis: Annisa Hidayah



