SAMARINDA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda dinilai masih belum berjalan merata. Sejumlah sekolah di kawasan Loa Buah dilaporkan belum mendapatkan layanan program tersebut, memunculkan keluhan dari masyarakat yang berharap distribusi program bisa segera diperluas.
Keluhan itu disampaikan warga kepada Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan, saat agenda reses di wilayah tersebut. Warga menyebut hingga kini masih ada sekolah yang belum masuk dalam cakupan program MBG.
“Ada warga yang menyampaikan sekolah mereka belum masuk program MBG. Saya dengar dapurnya juga memang belum dibangun di kawasan Loa Buah,” ujar Arif, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, belum tersedianya fasilitas dapur MBG diduga menjadi salah satu penyebab program belum dapat berjalan optimal di beberapa wilayah. Padahal, masyarakat menaruh harapan besar agar program tersebut segera dirasakan seluruh siswa tanpa terkecuali.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu menilai program MBG memiliki dampak penting terhadap pemenuhan gizi anak sekolah, terutama bagi keluarga yang membutuhkan dukungan pangan tambahan untuk anak-anak mereka.
“Warga berharap bisa segera direalisasikan karena ini menyangkut kebutuhan anak-anak sekolah juga,” katanya.
Ia menegaskan pelaksanaan program MBG perlu dipastikan menjangkau seluruh kawasan secara bertahap agar tidak menimbulkan kesenjangan pelayanan antarwilayah.
Arif menyebut aspirasi masyarakat terkait MBG akan diteruskan kepada pihak terkait agar menjadi perhatian dalam penyusunan percepatan program di lapangan.
“Kesiapan infrastruktur pendukung seperti dapur produksi harus diperhatikan karena menjadi faktor penting dalam percepatan implementasi program ini,” tutupnya. (ah/gs/adv)
Penulis: Annisa Hidayah



