
TENGGARONG – Usai menjalani masa karantina di hotel selama 14 hari, sebanyak 129 pelajar dan mahasiswa asal Kukar yang menempuh pendidikan di luar daerah, akhirnya dipulangkan ke rumahnya masing-masing, Senin (13/4).
Tim medis menyatakan pelajar dan mahasiswa tersebut sehat. Dan, mereka mendapatkan surat keterangan telah menjalani isolasi selama 14 hari.
Sekretaris Kabupaten Kutai Kartanegara Sunggono mengatakan bahwa pelajar dan mahasiswa ini telah melaksanakan karantina selama 14 hari dan berjalan dengan baik.
“Selama 14 hari, para pelajar dan mahasiswa yang berasal dari Kutai Kartanegara dan kuliah di sejumlah Universitas di luar daerah, seperti Pulau jawa dan Sulawesi. Selama diisolasi, mahasiswa dan pelajar mendapat pengawasan cukup ketat dari Tim Gugus Covid-19 Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara,” ungkap Sunggono, Senin (13/4).
Sebelumnya dipulangkan, kata dia, mahasiswa tersebut sudah menjalani tes kesehatan. Mereka juga mendapatkan surat keterangan sehat.
“Selain tidak bisa keluar dari kamar hotel, mereka juga dilarang menerima tamu. Meski akan pulang, pemerintah juga memberlakukan pengamanan ketat. Tas bawaan mereka langsung disemprot disinfektan sebelum dibawa pulang ke rumah masing-masing. Mahasiswa dan pelajar yang pulang harus dijemput keluarganya,” jelas dia.
Dia berharap mereka bisa menjadi row model atau contoh di lingkungan masing-masing, bagaimana karantina yang baik.
“Termasuk memberi informasi yang baik, bagaimana penanganan Covid-19 di lingkunganya masing-masing,” kata Sunggono.
Sementara itu, Sandra Monika, mahasiswa Universitas Muhamadiyah Makasar asal Kecamatan Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara cukup senang dengan program pemerintah yang melakukan isolasi terpusat.
“Diharapkan ini bisa mengurangi stigma buruk bagi para mahasiswa dan pelajar yang baru pulang dari luar daerah,” kata dia.
Sedangkan, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara Martina Yulianti mengatakan Pemkab Kukar masih akan melanjutkan program isolasi kepada mahasiswa yang baru datang dari daerah terdampak virus corona, seperti Pulau Jawa maupun daerah lainnya.
“Kita ingin lebih intensif memutus mata rantai penularan virus corona. Karena para mahasiswa ini merupakan aset penting bagi Kutai Kartanegara. Kaka kita berinisiatif mengkarantinakan semua mahasiswa dan pelajar yang baru datang,” kata Martina.
Menurut dia, Pemkab Kukar telah menempatkan petugas Dinas Kesehatan di sejumlah bandara dan pelabuhan di Kaltim.
“Tim Gugus sudah ada di Bandara APT Pranoto dan Bandara Sepinggan Balikpapan. Termasuk juga di Pelabuhan Balikpapan dan Pelabuhan Samarinda. Petugas akan menjemput para mahasiswa yang sebelumnya sudah kontak di 112 Dinkes Kukar,” kata Martina.
Pemkab Kutai Kartanegara telah menyiapkan 6 hotel dan penginapan untuk tempat isolasi bagi mahasiswa dan pelajar asal Kukar yang menempuh pendidikan di luar daerah dan pulang ke Kukar. (maman)



