
KUTAI KARTANEGARA – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengajukan usulan penguatan anggaran hibah tahun 2026 kepada pemerintah daerah sebagai langkah memperkuat pembinaan atlet difabel.
Ketua NPCI Kukar, Muhammad Bisyron, menyampaikan bahwa tambahan dukungan anggaran dibutuhkan agar proses pembinaan dapat berjalan lebih stabil dan mampu memenuhi kebutuhan atlet disabilitas di berbagai cabang. “Dana hibah memiliki peran penting dalam menopang kegiatan organisasi dan keberlangsungan pembinaan atlet,” ungkap dia, Selasa (18/11/2025).
Dia berharap Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar dapat mempertimbangkan usulan tersebut untuk memperkuat program kerja NPCI. “Kita berharap atas izin Bapak Bupati melalui Dispora bisa mengalokasikan anggaran yang cukup,” harap Bisyron.
Dia menyampaikan, bahwa dukungan anggaran akan membantu pemenuhan fasilitas, pelatihan, hingga kesiapan menghadapi berbagai kompetisi ke depan. Pembinaan yang terencana hanya bisa dicapai jika kebutuhan dasar organisasi mendapat perhatian yang memadai. “Kalau dukungan ini terpenuhi, pembinaan kita pasti akan jauh lebih maksimal,” ungkapnya.
Meski NPCI Kukar terus berupaya menjalankan kegiatan pembinaan sepanjang tahun, Bisyron mengakui bahwa keterbatasan anggaran sering membuat program tidak dapat dilakukan secara penuh. Tambahan dukungan, akan berpengaruh besar pada peningkatan daya saing atlet disabilitas Kukar. “Kami tetap berusaha semaksimal mungkin, tapi tentu akan lebih kuat kalau ada tambahan dukungan anggaran,” ucapnya.
Ia menekankan perlunya dukungan jangka panjang agar pembinaan atlet muda dapat berlangsung konsisten, bukan hanya difokuskan pada persiapan perlombaan tertentu. Kolaborasi antara NPCI dan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk menciptakan pola pembinaan yang lebih terarah. “Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menyusun program pembinaan yang lebih terarah,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menilai dorongan NPCI sebagai langkah positif dalam memperkuat pembinaan olahraga daerah. Dispora memahami dinamika kebutuhan organisasi olahraga yang terus berkembang. “Kami selalu membuka ruang dialog untuk memastikan kebutuhan pembinaan dapat diakomodasi sesuai kemampuan dan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Selain itu, Dispora juga menegaskan pentingnya keberlanjutan pembinaan sebagai fondasi peningkatan kualitas atlet di berbagai cabang. “Setiap usulan akan kami kaji dengan cermat agar program pembinaan bisa berjalan terarah dan memberi manfaat bagi banyak pihak,” tuturnya.
Ia memastikan bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan atlet, termasuk atlet disabilitas, akan terus diperkuat melalui langkah-langkah yang terukur. “Kami berkomitmen menjaga agar proses pembinaan tetap konsisten sehingga perkembangan olahraga di Kukar dapat terus meningkat,” ungkap dia. (adv/pur/Dispora Kukar)



