NPCI Usulkan Pembangunan Sekretariat Baru, Ini Respon Dispora Kukar

KUTAI KARTANEGARA – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengusulkan pembangunan sekretariat baru dapat direalisasikan tahun 2026 sebagai langkah memperkuat layanan pembinaan atlet difabel.

Ketua NPCI Kukar, Muhammad Bisyron, menilai keberadaan sekretariat menjadi kebutuhan mendesak. Karena hingga saat ini organisasi belum memiliki pusat kegiatan yang permanen. Ketiadaan gedung membuat sejumlah aktivitas administrasi berjalan kurang efektif. Ruang sekretariat sangat diperlukan agar penyusunan program dan laporan kegiatan dapat dilakukan secara lebih terstruktur. “Kalau nanti sudah ada sekretariat, kami bisa lebih tertata dalam mengelola administrasi dan menyiapkan laporan kegiatan dengan lebih baik,” ucapnya, Selasa (18/11/2015).

Ia mengungkapkan bahwa Dispora Kukar sebelumnya telah menyampaikan komitmennya terkait rencana pembangunan sekretariat pada tahun 2026. Pembangunan tersebut akan membawa dampak besar terhadap peningkatan kualitas pembinaan atlet disabilitas. “Mudah-mudahan rencana pembangunan sekretariat di 2026 bisa terealisasi agar layanan pembinaan untuk atlet disabilitas bisa semakin maksimal,” ujarnya.

Bisyron menegaskan bahwa posisi NPCI setara dengan KONI. Sehingga diharapkan kesetaraan tersebut tercermin melalui fasilitas yang dimiliki organisasi. “Mengacu pada prinsip kesetaraan posisi KONI dan NPCI itu sama jadi harapan saya harus sama-sama punya gedung,” ungkapnya.

Menurut dia, keberadaan sekretariat akan menunjang seluruh proses pembinaan, mulai dari administrasi, pelatihan, hingga pemantauan atlet. Sentralisasi fasilitas dianggap menjadi kunci peningkatan efektivitas pembinaan. “Kalau semua fasilitas berada di satu tempat, proses pembinaan akan jauh lebih efektif dan efisien,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan bahwa Dispora Kukar selalu berupaya menjalin komunikasi dengan organisasi olahraga untuk memastikan program yang diajukan dapat diselaraskan dengan perencanaan daerah. “Setiap usulan pembangunan maupun penguatan fasilitas akan kami pelajari secara komprehensif agar sesuai dengan mekanisme perencanaan yang berlaku,” jelasnya.

Aji Ali menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen memperkuat pembinaan olahraga, termasuk bagi atlet disabilitas, melalui langkah-langkah yang terukur. “Kami ingin memastikan proses pembinaan dapat berlangsung konsisten sehingga peningkatan kualitas atlet bisa tercapai secara berkelanjutan,” ungkap dia. (adv/pur/Dispora Kukar)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker