Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 Butuh Rp110,4 Triliun

KPU Rp76,6 Triliun dan Bawaslu Rp33,8 Triliun

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada serentak pada 2024 membutuhkan anggaran Rp110,4 triliun.

Menurut Presiden Jokowi, jumlah tersebut terdiri atas anggaran kebutuhan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar Rp76,6 triliun dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) senilai Rp33,8 triliun.

“Ini saya minta didetailkan lagi, dihitung lagi, dikalkulasi lagi dengan baik dalam APBN maupun dalam APBD dan dipersiapkan secara bertahap,”kata Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (10/4).

Pemilihan Presiden, Wakil Presiden, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota rencananya akan dilaksanakan pada 14 Februari 2022. Pilkada untuk memilih Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota dilaksanakan pada 27 November 2024.

Rapat itu juga membahas mengenai persiapan pejabat gubernur, pejabat bupati, pejabat wali kota yang berakhir masa jabatannya pada 2022 dengan rincian 7 Gubernur, 76 Bupati, dan ada 18 Wali Kota yang harus diisi sehingga totalnya ada 101 daerah.

“Saya minta seleksi figur-figur pejabat daerah betul-betul dilakukan dengan baik, sehingga kita mendapatkan pejabat daerah yang capable, memiliki leadership yang kuat, dan mampu menjalankan tugas yang berat di tengah situasi ekonomi global yang tidak mudah, tidak gampang agar nantinya penyiapan pemilu dan pilkada serentak 2024 ini bisa berjalan dengan baik,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi mengakui menjelang pesta demokrasi pada 2024, kontestasi politik memang menghangat. “Itu biasa tapi jangan sampai masyarakat terprovokasi oleh kepentingan politik yang tidak bermanfaat sehingga saya meminta dilakukan edukasi, dilakukan pendidik politik yang masif kepada masyarakat dan kepada para kontestan,” tambah Presiden.

Presiden meminta agar tidak ada isu-isu politik yang tidak baik, terutama isu-isu politik identitas yang mengedepankan isu-isu politik SARA yang mencuat.

“Kita memiliki pengalaman yang tidak baik dalam pemilu-pemilu sebelumnya, kita harapkan tidak terjadi di Pemilu 2024,” kata Jokowi. (TIM)

 

Sumber : republika

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker