Pelaku Penganiaya Isteri dan Anak Bayi Ditetapkan Tersangka

SAMARINDA – Adam Malik (19), warga Jalan Perintis Gang Anggur Kelurahan Mugirejo Samarinda tertunduk lesu setelah penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Samarinda menetapkanya sebagai tersangka dugaan penganiayaan isterinya SN (17)  dan anaknya RW (4 bulan) bayi berjenis kelamin laki-laki.

Kanit PPA Polresta Samarinda Iptu Teguh Wibowo mengatakan bahwa  pria yang sehari-hari menjaga konter ponsel ini marah, karena keinginanya mencium istri yang dinikahinya secara siri selama 3 tahun silam ditolak.

“Tersangka marah. Kemudian menganiaya istrinya. Dan,  bayi laki-lakinya juga jadi sasaran amarahnya. Bayi yan tidak tahu apa-apa ini dicekik dan ditampar  berkali-kali. Bahkan seperti kerasukan setan, AM menenggelamkan bayinya kedalam ember tempat mandinya,” kata Iptu Teguh Wibowo, kemarin.

Ember berwarna merah dan sejumlah pakaiaan korban yang terdapat noda darah turut dijadikan barang bukti pihak kepolisian untuk menjerat pelaku.

Sementara itu, pelaku AM tampak pasrah dan terus menundukan kepala saat ditanya media. Pelaku mengaku menyesal atas perbuatan yang telah dibuatnya.  “Saya stres Pak. Susah saya sampaikan,  susah diatur Pak.  Istri saya susah diatur,” kata dia.

Akibat perbuatanya,  pelaku dijelar UU Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Rumah dikontrak korban, pada Jumat pagi (12/2/2021) masih terlihat lengang. Isteri dan anak pelaku  masih belum berada di rumah kontrakan mereka.

Nanang, tetangga mereka mengaku SN dan RW masih berada di Rumah Sakit Umum AWS untuk menjalani perawatan. Korban SN sering mengadu, apabila mendapaykan kekerasan fisik dari suaminya. Dan, orang tua SN hanya mengingatkan untuk bersabar, karena hidup berumah tangga memang seperti itu. Apalagi keduanya masih sangat muda.

“Waktu ditanya saat itu  tidak apa-apa hanya disini merah saja. Tidak menangis,  diem saja, seperti anak ngerti gitu,” kata dia. (maman)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker