Disperin Samarinda Gelar Bimtek Makanan Berbahan Pisang

SAMARINDA – Mengawali tahun 2020, Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Samarinda kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek). Dan rencana sepanjang tahun ini,  Disperin Samarinda akan menggelar 16 Bimtek.

“Hari ini (Senin, 9/3) hingga besok (Selasa, 10/3) kami gelar Bimtek Pengolahan Produk Makanan Berbahan Dasar Pisang. Ini merupakan implementasi dari Musrenbang Keluruhan Dadimulya. Pagi ini dibuka secara resmi oleh Asisten II Sekretariatan Kota Samarinda Hj. Nina Endang Rahayu, MKes mewakili Walikota Samarinda.” kata Kepala Dinas Perindustrian Kota Samarinda, Muhammad Faisal.

Dia menyampaikan, bahwa selama dua hari ini akan mendapatkan beberpa materi dari narasumber yang berkompeten. Antara lain, Ir Hj. Hudaida Syahrumsyah dari Fakultas Pertanian Unmul, yang akan menyampaikan produk pisang dan kualitasnya.

Kemudian, Hera Hajrawati, seorang pengusaha kripik pisang merk Kenko, yang cukup dikenal di Kota Samarinda. Hera Hajrawati akan berbagi pengalamannya dan membimbing kegiatan praktek.

“Kemudian inovasi tahun ini, kami akan selalu memasukan materi soal strategi pemasaran sederhana bekerjasama dengan Prodi Ilmu Komunikasi Unmul. Kali ini hadir DR.Silviana Purwanti, MSi. Dan masalah kemasan kreatif yang akan disampaikan Asep Sunarya. Nanti juga ada materi manajemen keuangan sederhana. Kami sudah juga bekerjasama dengan pihak perbankan” lanjut Faisal.

Sementara itu, Asisten II Sekretariatan Kota Samarinda  drg.Nina Endang Rahayu mengapresiasi kegiatan bimtek tersebut. Sebab ini sebagai usaha untuk menumbuhkan wirausaha baru di Kota Samarinda. Dan upaya menambah pengetahuan bagi pengusaha yang sudah menekuni bidangnya.

“Tentu saja Pemkot Samarinda menyambut baik kegiatan ini.  Diharapkan dapat diikuti dengan seksama dan sungguh-sungguh. Sehingga nanti dapat terwujud wirausaha baru di Kota Samarinda,” ucapnya.

Menurut dia, standarisasi pengolahan makanan sangat penting diketahui para IKM sebagai pengetahuan basic. Sehingga dapat menghasilkan produk berkualitas.

“Selain itu, penting juga dipahami soal legalisasi usaha dan produk halal sesuai amanat Undang-Undang,” ungkap dia. (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker