
SAMARINDA – Anggota Komisi I DPRD Samarinda Nursobah menyoroti penggunaan aplikasi My Pertamina untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM). Walaupun saat ini Samarinda belum menjadi salah satu kota yang menerapkan pembelian BBM menggunakan apliasi My Pertamina.
“Kebijakan penggunaan aplikasi itu untuk pembelian BBM justru menyusahkan masyarakat, bukan memudahkan,” ungkap Nursobah beberapa waktu lalu.
Apalagi, kata dia, tidak semua masyarakat memiliki smartphone. “Kan tidak semua masyarakat punya smartphone. Bahkan ada beberapa masyarakat yang punya smartphone, tetapi tidak bisa mengoperasikan ponselnya. Satu sisi, masyarakat berhak membeli BBM,” tandas dia.
Karena itu, dia berharap kebijakan penggunaan aplikasi My Pertamina bisa dipertimbangkan ulang lagi.
“Ya, mesti dipertimbangkan ulang lagi kebijakan itu. Karena kebijakan itu tidak ada manfaatkan bagi masyarakat. Tetapi sekali lagi saya sampaikan, kalau kebijakan itu justru menyusahkan masyarakat,” tandas Nursobah. (ADV)



