
Dari Perusahaan Batubara Untuk Penanganan Pendemi Covid-19 di Kaltim
SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor menerima bantuan senilai Rp 5 miliar dari perusahaan pertambangan batubara, untuk penanganan Covid-19. Bantuan itu berupa beras, sprayer, masker, tisu, cairan disinfektan hingga Alat Pelindung Diri (APBD) bagi tenaga medis.
“Alhamdulillah di tengah situasi ekonomi terdampak Covid 19, ternyata masih banyak perusahaan yang peduli. Insya Allah bantuan yang sangat bermanfaat ini akan kami teruskan dan disalurkan untuk kebutuhan tenaga kesehatan dan masyarakat. Bantuan ini tidak akan dikorupsi jajaranya. Apalagi ini merupakan bantuan untuk menangani wabah Covid-19,” kata Isran Noor di Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada, Samarinda, Selasa, (12/5/2020) siang.
Isran Noor mengapresiasi peran PT MHU dan MMS Group Indonesia yang telah membantu pemerintah dalam penanganan bencana Covid-19.
“Saya atas nama Pemerintah Provinsi dan nama rakyat Kaltim mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang sebesar-besarnya,” kata Isran.
Dia berharap perusahaan swasta maupun BUMN dapat melakukan hal yang sama. Bahkan diharapkan nominalnya lebih besar lagi. Sebab, perusahaan yang telah beroperasi dan berkarya di Kaltim, telah mendapatkan manfaat dari Kaltim.
Sementara itu, Presiden Direktur PT MHU Adhi Dharma Mustopo berharap bantuan tersebut bisa membantu warga Kaltim. Karena, perusahaan menyadari Covid-19 merupakan persoalan di seluruh dunia.
“Kita harap, dengan ini dapat membantu tim medis menangani penanggulangan Covid-19. Kita juga siapkan sembako, kita harap tepat sasaran,” kata Adhi.
Adhi mengatakan para pekerja di perusahaannya juga siap membantu proses penyaluran bantuan tersebut. “Pekerja kami siap juga membantu menyalurkannya,” kata dia.
Diketahui, bantuan APD medis dialokasikan untuk rumah sakit rujukan Covid-19, yaitu RSUD AW Syahrani Samarinda dan RSUD AM Parikesit Kutai Kartanegara.
APD medis yang diserahkan antara lain, 10.000 set pakaian medis (coverall gown), 250 kotak masker N95, 2.500 kotak masker bedah, 1.000 unit kacamata medis dan 3.000 kotak sarung tangan medis. Sementara untuk sembako seperti beras sebanyak 45 ton didistribusikan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur.
“Kami juga telah memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak Covid 19, khususnya di desa sekitar area operasi perusahaan, di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kecataman Sungai Kunjang, Kota Samarinda,” kata dia.
Dia mengatakan, sembako yang disalurkan pada masyarakat terdampak Covid-19, terdiri dari 45 ton beras, 15.000 liter minyak goreng dan 15.000 kotak mie instan.
“Masih banyak perusahaan yang akan membantu pemerintah untuk mengatasi masalah sosial di Kaltim, khususnya masyarakat yang berada di areal operasi perusahaan. Saat ini mungkin kami yang bisa membantu, namun ke depan masih banyak perusahaan lain yang membantu,” jelasnya. (maman)



