
Terjadi Penambahan 27 Kasus Positif Covid-19
SAMARINDA – Penambahan pasien Covid-19 di Kaltim melonjak cukup drastis. Per 8 Mei 2020, pasien Covid-19 di Kaltim bertambah 27 kasus. Sehingga jumlahnya melonjak menjadi 209 kasus.
Penambahan itu tersebar di 6 Kabupaten/Kota. Yakni, Kutai Kartanegara 8 kasus, Kutai Timur 8 kasus, Samarinda 5 kasus, Berau 3 kasus, Balikpapan 2 kasus dan Penajam Paser Utara 1 kasus.
Kasus penambahan pasien Covid-19 di Kaltim itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak saat konferensi pers melalui virtual, Jumat (8/5).
“Lonjakan kasus pada hari ini terjadi di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara dengan 8 kasus. Sehingga total kasus Covid 19 di Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi 22 kasus dan Kabupaten Kutai Timur melonjak hingga 29 kasus ,” kata Andi.
Penambahan 8 kasus positif Covid-19 di Kutai Kartanegara. Yaitu, 1 kasus KKR 15 wanita 31 tahun merupakan kontak erat KKR 9, dengan keluhan demam, batuk, sakit tenggorokan, serta memiliki gambaran broncopneumonia. Kasus dirawat sejak 13 April 2020 di RSUD AM Parikesit.
Kemudian, 7 kasus merupakan PDP pelaku perjalanan dari Gowa. Yakni, KKR 16 (laki-laki 58 tahun), KKR 17 (laki-laki 70 tahun), KKR 18 (laki-laki 47 tahun), KKR 19 (laki-laki 19 tahun), KKR 20 (laki-laki 64 tahun), KKR 21 (laki-laki 50 tahun), dan KKR 22 (laki-laki 36 tahun). Masing-masing memiliki keluhan demam, batuk, serta hasil rapid test reaktif. Sebanyak 6 kasus dirawat sejak 21-27 April 2020 di Wisma Atlet Kutai kartanegara dan 1 kasus dirawat di RSUD AM Parikesit sejak 24 April 2020.
Selanjutnya, penambahan 8 kasus di Kutai Timur. Dimana, 5 kasus merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dengan hasil rapid test reaktif. Yakni, KTM 22 (laki-laki 20 tanun), KTM 23 (laki-laki 31 tahun), KTM 24 (laki-laki 37 tahun), KTM 25 (laki-laki 52 tahun) dan KTM 27 (laki-laki 41 tahun).
“Lalu, KTM 26 wanita 49 tahun merupakan kontak erat KTM 27, dengan hasil rapid test reaktif. KTM 28 laki-laki 54 tahun merupakan kontak erat KTM 25, dengan hasil rapid test reaktif. Dan, KTM 29 laki-laki 50 tahun merupakan pelaku perjalanan dari Magetan, dengan keluhan batuk. Kasus dirawat di RSUD Kudungga Sangatta,” kata dia.
Kemudian, lanjut dia, penambahan 5 kasus di Kota Samarinda. 5 kasus di Samarinda merupakan PDP dari kluster Gowa. Masing-masing memiliki keluhan demam, batuk, sakit tenggorokan, sesak nafas dan hasil rapid test reaktif. Yakni, SMD 26 (laki-laki 29 tahun), SMD 27 (laki-laki 43 tahun), SMD 28 (laki-laki 32 tahun), SMD 29 (laki-laki 50 tahun) dan SMD 30 (laki-laki 65 tahun).
“Tiga kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes sejak 23-26 April 2020, 1 kasus SMD 28 sejak 23 April 2020 melakukan isolasi diri di rumah dan 1 kasus dirawat di RSUD AW Sjahranie,” kata dia.
Untuk penambahan 3 kasus di Berau, yakni BRU 30 laki-laki 33 tahun merupakan PDP sebagai pelaku perjalanan dari Gowa, dengan hasil rapid test reaktif. BRU 31 wanita 41 tahun merupakan PDP kontak erat BRU 14 pelaku perjalanan dari Gowa. Dan, BRU 32 wanita 43 tahun merupakan PDP kontak erat BRU 22 pelaku perjalanan dari Gowa. Ketiga kasus ini dirawat di RSD Covid-19 Berau.
Lalu, penambahan 2 kasus di Kota Balikpapan. Yakni, BPN 37 laki-laki 46 tahun merupakan rekan kerja BPN 36. Pada tanggal 17 April 2020, kembali dari Tanjung Santan. Tanggal 25 April 2020 melakukan rapid test, dengan hasil reaktif. Kasus dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo sejak 28 April 2020.
Dan, BPN 38 laki-laki 19 tahun merupakan pelaku perjalanan dari Magetan, dengan hasil rapid test reaktif. Kasus dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo sejak 28 April 2020.
Terakhir, penambahan 1 kasus di Penajam Paser Utara. Yaitu, PPU 17 laki-laki 43 tahun merupakan pelaku perjalanan dari Gowa dengan hasil rapid test reaktif Kasus dirawat di RSUD Ratu Aji Putri Botung. (sobirin/maman)



