
TENGGARONG – Ketua RT Desa Loa Duri, Kabupaten Kutai Kartanegara mendukung kreatifitas ibu-ibu Yayasan Borneo Generasi Cemerlang merubah sampah plastik menjadi paving block. Sebab, selain bisa membersihkan sampah plastik di kampungnya, kegiatan itu dapat menambah pendapatan bagi warganya.
“Ya, untuk warga RT 9, memang diusahakan mengumpulkan sampah pelastik, yang biasanya dibuang-buang saja. Mulai sekarang, karena ada pengolahan sampah plastik, maka untuk wilayah RT 9 diberitahukan untuk mengumpulkan sampah plastik, sehingga tidak dibuang sembarangan,” kata Ketua RT 09 Loa Duri Ilir, Saldi.
Sementara itu, Pengurus Yayasan Borneo Generasi Cemerlang Kariyati mengatakan bahwa pengolahan sampah plastik menjadi paving blok, untuk mengurangi sampah plastik dan bisa menambah pendapatan warga.
“Kami melihat masyarakat buang sampahnya sembarangan. Jadi, kami ingin desa itu bersih dari sampah plastik,” kata Karyati.
Menurut dia, paving blok merupakan bahan yang bisa disusun untuk lantai pekarangan rumah. Dan, biasanya paving menggunakan campuran semen dan pasir, tetapi di tangan warga RT 09, paving dibuat menggunakan bahan sampah plastik.
“Sudah beberapa tahun ini, warga sekitar mengumpulkan sampah plastik menjadi barang ekonomis. Saat ini hasil kerja keras mereka mulai menghasilkan. Sejumlah perusahaan pertambangan di kawasan Loa Duri sudah memesan paving block buatan mereka, untuk digunakan pembangunan taman di perusahaan – perusahaan,” kata dia.
Dia berharap pemerintah dapat memperhatikan kretifitas karya ibu-ibu Yayasan Borneo Generasi Cemerlang. “Diharapkan kedepan ada bank sampah, agar masyarakat bisa bersama-sama mengatasi sampah plastik,” ungkap dia. (maman)



