SAMARINDA– Pembahasan penguatan sektor perdagangan dalam Rapat Hearing Komisi II DPRD Kota Samarinda bersama mitra kerja Komisi II turut memunculkan diskusi mengenai praktik terbaik pemberdayaan UMKM di sejumlah daerah. Salah satu contoh yang mendapat perhatian adalah keberhasilan Kabupaten Tulungagung membuka akses pasar bagi produk lokal melalui retail modern.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan menilai pengalaman Tulungagung dapat menjadi referensi bagi Kota Samarinda dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada pelaku UMKM.
“Yang paling berhasil yang saya lihat adalah Kabupaten Tulungagung. Mereka sudah membuktikan bahwa produk UMKM bisa mendapatkan ruang yang lebih besar di retail modern,” ujar Viktor, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, salah satu tantangan utama yang dihadapi UMKM bukan hanya persoalan produksi, melainkan akses terhadap pasar yang lebih luas. Di sisi lain, retail modern memiliki jaringan distribusi yang dapat membantu memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat.
Ia menilai keberhasilan yang dilakukan oleh Tulungagung menunjukkan bahwa keberpihakan terhadap UMKM dapat diwujudkan melalui kebijakan yang jelas dan dukungan pemerintah daerah yang konsisten.
“Saya kira pengalaman daerah tersebut layak menjadi referensi bagi Samarinda. Kita tidak perlu mulai dari nol karena sudah ada contoh yang berhasil,” katanya.
Selain membuka peluang pemasaran, kebijakan kemitraan antara retail modern dan UMKM juga mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, kemasan, hingga legalitas usaha agar mampu memenuhi standar pasar modern.
“Kebijakan seperti ini bukan hanya membantu UMKM menjual produk, tetapi juga mendorong mereka meningkatkan kualitas usaha agar mampu bersaing secara lebih luas,” jelas Viktor.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program semacam itu sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha retail, dan UMKM sebagai pihak yang menjalankan usaha secara langsung.
“Kuncinya ada pada kemitraan. Pemerintah, retail modern, dan UMKM harus berjalan bersama. Kalau salah satu tidak siap, programnya akan sulit berhasil,” ujarnya.
Viktor optimistis Samarinda memiliki peluang untuk menerapkan kebijakan serupa dengan menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh pelaku usaha lokal.
“Kalau daerah lain bisa melaksanakan dan merasakan manfaatnya, saya optimistis Samarinda juga bisa menerapkan kebijakan serupa dengan menyesuaikan kondisi daerah kita,” tegas Viktor Yuan. (ah/gs/adv)
Penulis: Annisa Hidayah



