SAMARINDA – Pelaksanaan wacana parkir berlangganan secara massal menjadi salah satu opsi mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda. Wacana itu mencuat dalam pembahasan KUA-PPAS APBD 2027. DPRD Kota Samarinda menyatakan siap menjadi contoh pelaksanaan program untuk mengamankan pendapatan daerah tersebut.
Wakil Ketua II DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda, mengatakan dukungan DPRD tidak hanya sebatas persetujuan terhadap kebijakan tersebut, namun diwujudkan melalui pemberlakuan parkir berlangganan lebih dahulu kepada jajaran legislatif. “Kalau pemerintah kota meminta dukungan DPRD, kami siap mendukung program itu,” katanya, Kamis (13/8/2026).
Ia menjelaskan skema yang disiapkan pemerintah kota mengarah pada pembayaran parkir kendaraan secara berkala. DPRD ingin menunjukkan komitmen nyata agar masyarakat juga terdorong mengikuti kebijakan tersebut. Peningkatan PAD merupakan tanggung jawab bersama, sehingga DPRD juga harus mengambil peran aktif dalam mendukung program yang dijalankan pemerintah kota.
“Kalau perlu kami bayar duluan agar menjadi contoh kepada masyarakat, Ini bukti bahwa kami punya kesungguhan untuk meningkatkan PAD,” tegasnya.
Ia menyebut, apabila program parkir berlangganan berjalan optimal, sektor tersebut berpotensi menyumbang sekitar Rp200 miliar per tahun bagi pendapatan daerah. Tambahan penerimaan itu diharapkan menjadi salah satu penopang target PAD Kota Samarinda sebesar Rp1,3 triliun yang telah disepakati dalam pembahasan KUA-PPAS 2027. “Tidak hanya pemerintah kota, kami di DPRD juga siap mendukung agar target itu bisa terealisasi,” pungkasnya. (ah/gs/adv)
Penulis: Annisa Hidayah



