Wabup Berau Ikut “Mengguris Bikin”, Tradisi Talisayan Dibidik Jadi Wisata

BERAU – Tradisi mencari kerang di tengah surutnya air laut menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian peringatan HUT ke-132 Kampung Talisayan. Tak sekadar menyaksikan, Wakil Bupati Berau Gamalis ikut turun langsung mengikuti “Mengguris Bikin” bersama masyarakat di perairan Talisayan, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan yang turut menghidupkan kembali sejumlah permainan dan tradisi lokal, seperti “Mengguris Bikin”, lomba layang-layang, begasing hingga cinaboy.

Gamalis mengaku mendapat pengalaman baru saat ikut mencari kerang yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir Talisayan. “Alhamdulillah, hari ini saya bersama masyarakat Kampung Talisayan mengguris bikin. Saya baru mengetahui bagaimana cara mencari kerang di perairan saat surut,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi tersebut memiliki nilai lebih dari sekadar perlombaan. Jika dikemas secara konsisten, Mengguris Bikin dinilai dapat menjadi atraksi wisata berbasis budaya dan kehidupan masyarakat pesisir.

“Kalau terus dilestarikan, ini bisa menjadi daya tarik pariwisata dan kita harapkan bisa masuk dalam kalender event wisata,” katanya.

Gamalis meminta generasi muda ikut terlibat dalam pelestarian tradisi tersebut. Menurutnya, perkembangan zaman tidak boleh membuat budaya lokal perlahan hilang. “Jangan sampai kebudayaan ini hilang ditelan zaman,” tegasnya.

Usai mengikuti proses “Mengguris Bikin”, hasil kerang yang diperolehnya kemudian dibawa untuk ditimbang bersama peserta lainnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Talisayan Ali Wardana mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut sengaja dikemas untuk menghidupkan kembali tradisi dan permainan masyarakat yang mulai tergerus perkembangan zaman.

“Ini upaya kita menghidupkan kembali permainan tradisional yang telah tergerus zaman, sekaligus melestarikan adat Buang Naas dan menumbuhkan jiwa nasionalisme,” jelasnya.

Rangkaian HUT Kampung Talisayan ke-132 tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Sejumlah kegiatan lainnya disiapkan, termasuk jalan santai bersama masyarakat dan pengobatan gratis bagi warga.

Bagi pemerintah kampung, pelestarian tradisi tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga upaya menjaga identitas Talisayan sekaligus membuka peluang agar budaya lokal memiliki nilai ekonomi melalui sektor pariwisata. (ar/gs/adv)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker