
KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara memastikan kemudahan masyarakat mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Untuk memperoleh layanan kesehatan medis lengkap, masyarakat hanya perlu mendadaftar melalui aplikasi Satu Sehat. Mulai pemeriksaan dokter sampai konsultasi gratis. Sehingga penyakit bisa dideteksi dini dengan mudah dan akses pelayanan kesehatan semakin luas.
Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Kusnandar bahwa tujuan program tersebut untuk meningkatkan deteksi dini berbagai penyakit dan memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kapan saja program CKG ini bisa diakses. Masyarakat mesti mendaftar dulu di apliasi Satu Sehat. Nanti, Puskesmas mempersiapkan fasilitas dan tenaga medis sesuai berapa jumlah pendaftar setiap harinya,” ungkap dia usai memantau program CKG di Puskesmas Rapak Mahang, Tenggarong, Kamis (13/5/2025).
Dia menyampaikan bahwa setiap Puskesmas di Kukar akan melayani maksimal sebanyak 20 pendaftar CKG setiap hari.
“Pelayanan program CKG dibatas maksimal 20 orang setiap harinya. Sebab, proses pemeriksaannya cukup panjang. Seperti pemeriksaan dokter, konsultasi gizi sampai laboratorium,” kata dia.
Menurut dia, pelayanan program CKG ini ada sejumlah tahapan. Berbeda dengan pasien sakit, yang datang ke satu poli tertentu saja. Dan, jumlah peserta disesuaikan setiap harinya. Agar, pemeriksaan pelayanan program CKG bisa tetap maksimal.
“Kalau punya BPJS Kesehatan, itu lebih baik lagi. Karena memudahkan proses antrean. Dan, apabila ditemukan indikasi penyakit, maka memudahkan juga ke pelayanan lanjutannya,” kata dia.
Dia mengimbau masyarakat Kukar bisa memanfaatkan program CKG, khususnya yang masih berusia 15 tahun. Sehingga bisa mendeteksi berbagai penyakit sejak dini.
“Pemeriksaan ini sangat penting. Agar, kesehatan bisa terjaga. Masyarakat mesti memanfaatkan kesempatan ini, selagi masih gratis. Apalagi akses pelayanannya sangat mudah,” kata dia.
Pendanaan program CKG, kata dia, sebagian dari Bantuan Mobilisasi Alokasi Pusat (BMAP). Ini diintegrasikan dengan program Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM).
“Warga Kukar yang memiliki NIK dan terdaftar BPJS, maka pengobatan lanjutan ditanggung sesuai kelasnya. Paling penting, tidak perlu ragu melakukan pemeriksaan kesehatan,” kata dia. (adv/gs/Diskominfo Kukar)



