Susi Air Layani Penerbangan ke Maratua

SAMARINDA – Untuk membuka konektivitas antar daerah di calon Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur,  Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur merealisasikan program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) melalui penerbangan bersubsidi ke bandara di wilayah 3T (Terluar, Terdalam, dan Tertinggal).

Untuk membuktikan kehadiran pemerintah di wilayah 3T,  pemerintah juga membuka penerbangan ke wilayah terluar Indonesia yang kaya akan keindahan alam bawah laut, yakni Pulau Maratua Kabupaten Berau, salah satu pulau terluar yang berbatasan dengan Filipina.

Penerbangan menjadi satu satunya jalan untuk mempercepat dan menunjukan bahwa negara telah hadir di wilayah yang selama ini minin perhatian.

Direktur perhubungan Udara, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Maria Kristi saat ikut melakukan penerbangan perdana Susi Air tujuan Maratua melalui Bandara APT  Pranoto di Samarinda, Kamis (16/1) pagi mengatakan bahwa pemerintah telah menganggarkan subsidi mencapai Rp 500 miliar.  Penerbangan yang akan dilayani sebanyak 188 rute angkutan udara perintis penumpang,  27 rute penerbangan perintis kargo, dan 1 rute subsidi angkutan udara kargo untuk rute Timika-Wamena.

Untuk di Kaltim, kata Maria, banyak daerah belum terlayani moda transportasi lain.  Untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan wilayah dan mewujudkan stabilitas pertahanan serta keamanan negara, maka perlu menyelenggarakan angkutan udara perintis penumpang.

“Tergantung permintaan. Kepala daerah bisa berkoordinasi dengan Kepala Bandara. Nanti kami akan menganalisa di pusat. Kalau memang diperlukan tambahan, ya silahkan aja.  Karena, semuanya harus diperhitungkan domainnya berapa, penduduknya disana berapa, pergerakannya berapa, semuanya diperhitungkan,” kata Maria.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setprov Kaltim Abu Helmi  mengatakan selain Bandara Sultan Aji Muhamad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan dan bandara APT Pranoto di Samarinda, Provinsi Kaltim juga memiliki sejumlah bandara di wilayah 3T. Namun infrastruktur darat maupun sungai masih belum terbuka.

“Sebagai calon Ibu Kota Negara ini Kaltim,  kita sedang berupaya memperbaiki bandara-bandara Kaltim secara bertahap. Dan, Kaltim akan segera mengusulkan ke Pemerintah Pusat, untuk menambah frekuensi penerbangan ke daerah pedalaman. Sehingga bisa terhubung satu daerah dengan daerah lainnya.  Pastinya, mampu meningkatkan daya saing ekonomi, sehingga perekonomian Kalimantan Timur terus meningkat,” kata Abu Helmi.

Sedangkan Manajer Area Susi Air Bandara APT Pranoto, Astrid Siska Pratiwi  mengatakan bahwa pelayanan penerbangan perintis bersubsidi sudah mulai efektif beroperasi setahun kemarin. Hanya saja, kali ini mendapat tambahan di Kalimantan Timur.

Pelayanan penerbangan perintis bersubsidi yang didanai APBN maupun APBD  akan melayani rute Samarinda-Long Apung, Samarinda-Data Dawai,  Data Dawai-Melak, Samarinda-Muara Wahau, dan Samarinda – Maratua.

Untuk rute Samarinda-Maratua merupakan rute baru. Rute ini membuka jalur pariwisata ke Kepulauaan Derawan yang menjadi tujuan wisata.

“Kalau di Maratua,  Susi Air memiliki target pariwisata. Namun, target utamanya tetap penumpang inti, untuk membuka akses ke pulau terluar Indonesia. Dan membuka kawasan itu, supaya aksesnya lebih mudah. Semuanya bisa lebih efektif dan efisien,” kata Astrid.

Harga tiket lumayan murah. Karena disubsidi, jadi harga tiket ke Maratua berkisar Rp488 ribu per orang dari Samarinda ke Maratua. Dari arah sebaliknya, penumpang hanya membayar  Rp 483 ribu. (maman)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker