Wali Kota Hadiri Ground Breaking Ruang Terbuka Publik Embracing The Sun Project

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda menghadiri Ground Breaking Ruang Terbuka Publik Embracing The Sun Project di kawasan Pasar Segiri depan Jembatan Nibung Jalan Pahlawan, Kamis (2/4/2024). Program tersebut dilaksanak Center For Climate and Urban Resilience (CeCUR).

Andi Harun memastikan proyek Ruang Terbuka Publik tersebut tanpa menggunakan APBD.  “Sebelumnya impian ini memang telah dikejar sejak tahun 2021. Setelah melalui proses panjang, kini pembangunan dipastikan berjalan dan dapat rampung di tahun ini. Proyek ini ini murni dibiayai oleh mitra, bantuan dana kurang lebih 800 ribu US dollar. Tidak ada campur tangan dari APBD. Ini perjuangan kita dan bukti bahwa pemkot sangat serius memanfaatkan jaringan global,” ucap Andi Harun.

Sebagai projek perdana di Kalimantan yang diawali di kota Samarinda, nantinya kegiatan pembangunan ini akan berfokus pada ketahanan iklim yang dikerjakan oleh kemitraan swasta yakni Center for Climate and Urban Resilience Universitas 17 Agustus (CeCUR) Surabaya sebagai pelaksana teknis.

Dia menyebutkan Samarinda perlu menyesuaikan kondisi cuaca dalam aspek pembangunan infrastruktur. Sebab, dalam proyek yang digarap CeCUR juga menerapkan metode partisipatif, dengan merangkul aspirasi warga sekitar. Seperti para pedagang Pasar Segiri, hingga melibatkan konsultan lokal.

“Kita juga harus membangun dengan model pembangunan yang tidak hanya sekadar mementingkan aspek infrastrukturnya saja, tapi juga harus di desain dengan pembangunan manusianya. Ke depannya juga bisa menjadi model pemerintahan yang tidak selalu bertumpu pada APBD, tapi juga bisa dengan cara membangun jaringan dengan kemitraan baik di dalam maupun di luar negeri,” jelas dia.

Ia mengatakan target penyelesaian proyek senilai Rp5 miliar ini hingga September mendatang. “Kira-kira di bulan Agustus atau September dapat selesai, atau setidak-tidaknya dapat digunakan di tahun ini,” pungkasnya Andi Harun.

Sementara itu, Executive Director CeCUR Retno Hastijanti menerangkan bahwa Samarinda Embracing The Sun bukan sekadar pemenuhan RTH biasa bagi Kota Samarinda. Namun akan dirancang khusus untuk meningkatkan ketahanan iklim bagi masyarakat.

Selama ini, kata dia, CeCUR lebih dulu membangun dialog dengan melibatkan masyarakat sekitar untuk meningkatkan kesadaran perubahan iklim dan pentingnya RTH. Hal ini yang menjadi salah satu faktor tertundanya pembangunan ini.

“Memang dari tahun 2021 sudah dibicarakan dan selama ini molor karena masyarakat harus belajar dulu. Sebelum masyarakat belajar trainer nya harus belajar dulu tentang air dan sebagainya. Tapi targetnya projek ini September rampung,” jelas Retno.

Sedangkan, Executive Director Kemitraan, Laode Muhammad Syarif mengatakan bahwa Samarinda memiliki potensi besar menjadi pelopor pembangunan RTH. Untuk itu, dia optimis proyek Samarinda Embracing The Sun ini akan menjadi contoh sukses dan direplikasi di tempat lain.

“Harapannya seperti itu. Meski pengadaan di sini banyak tantangannya, karena di pinggir sungai dan pinggir pasar, tapi kebersihannya dipastikan juga harus terjaga,” ucap dia. (ADV)

Show More

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker