
SAMARINDA – Aparat kepolisian Samarinda memastikan korban HB (56) warga Jalan Pahlawan Gang 3 RT 30 Samarinda Ulu terjatuh ke sumur di samping rumahnya saat ingin mengambil air. Kepastian ini berdasarkan hasil penyelidikan dan outopsi jenazah korban oleh tim forensik RSUD AW Syahranie.
Korban sempat dilaporkan hilang selama 4 hari. Lalu ditemukan tewas di dalam sumur disamping rumahnya.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Damus Assa mengatakan bahwa berdasarkan hasil visum, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Tali yang mengikat tanganya tidak terikat sempurna. Hasil pengecekan, tali itu hanya melilit kedua tangan korban. Diketahui, menurut keterangan keluarga, yang bersangkutan suka bermain tali,” kata Damus.
Bahkan, kata dia, tali sejenis yang melilit tangan korban banyak ditemukan di kamarnya, dengan model simpul dan ikatan yang sama.
“Menurut keterangan keluarga, korban memiliki riwayat kelainan jiwa. Saat kambuh, korban kerap mencelakakan dirinya sendiri. Kadang mengikat tubuhnya dengan kawat. Itu sering dilihat tetangga korban,” kata Damus.
Dia menjelaskan berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak ditemukan tanda-tanda tindakan criminal. Sumur sedalam 7 meter menjadi penyebab korban tidak ditemukan saat dicari keluarganya.
“Baru hari keempat korban muncul, karena mengalami penggembungan dan dilihat kakak korban yang sedang melakukan pencarian,” kata Damus. Sebelumnya, penemuan mayat HB (56) di dalam sumur samping rumahnya menggegerkan warga sekitar. Korban ditemukan Joko (60) kakak kandung korban didalam sumur dalam posisi terkelungkup. (maman)



